Tak Terima Diberitakan Lakukan Pungli, Penghulu Bangko Jaya Panggil Warga

Tak Terima Diberitakan Lakukan Pungli, Penghulu Bangko Jaya Panggil Warga
BANGKO JAYA (RIAUMANDIRI.co) - Tak terima pemberitaan tentang biaya ukur pengurusan surat tanah yang ditetapkan berbayar oleh pihak Kepenghuluan Bangko Jaya hingga jutaan rupiah, Datin Penghulu memanggil warga yang membeberkan temuan ini untuk dimintai keterangan. Namun dalam klarifikasi itu, warga diintrograsi bak penjahat dan minta berita terkait hal itu dihapus.
 
"Usai diberitakan saya dipanggil Penghulu bersama 3 staf lainnya. (Pihak Penghulu) langsung mencecar pertanyaan secara bertubi- tubi, seakan-akan tidak memberi saya kesempatan untuk memberi keterangan lebih lanjut," terang Yusuf kepada riaumandiri.co, Selasa (16/5).
 
Menurutnya, yang sangat dikesalkan, kenapa di kepenghuluan lain gratis dalam hal pengurusan surat tanah, baik itu kebun maupun pertapakan rumah. Sementara di kepenghuluan Bangko Jaya ditetapkan berbayar hingga jutaan rupiah.
 
Lebih lanjut ia menerangkan, pihak penghulu sangat bertele-tele dalam hal ini dan ingin ia menghapus berita yang sudah dimuat. "Mana mungkin saya hapus berita, yang punya media kan bukan saya," ujar Yusuf menceritakan.
 
Dikatakan Yusuf, ia ingin ke depannya tidak ada lagi pungli di kepenghuluan tempat ia tinggal. "Mungkin saja bisa bungkam tapi hal ini akan terus berlanjut. Jadi untuk apa poster besar di depan setiap kantor tertulis  'STOP PUNGLI jika melihat mendengar mengalami segera laporkan'. Karena saya orang awan dan saya tak tau kemana saya melapor, maka saya bercerita dengan awak media," papar Yusuf.
 
 
Ketika ditanya pihak kepenghuluan kepada Yusuf bahwa dirinya akan mengurus surat tanah, dia mengaku masih keberatan. "Belum lagi, nanti lah ngurusnya dengan harga segitu berat bagi kami membayarnya," ujar Yusuf.
 
Sementara itu, jelas Yusuf lagi, Penghulu Bangko Jaya saat berdialog denganya mengatakan. "Coba bapak bandingkan yang dulu gimana? Dan yang sekarang gimana? Saya nggak marah dengan bapak. Namun saya kecewa, saya kecewa pak!!. Dan penghulu dulu dalam pengurusan surat tanah itu seberapa? Dan yang sekarang barapa? Jadi bapak harus tahu itu,"  kata yusup menirukan percakapan penghulu terhadapnya.
 
Tak hanya itu lanjutnya, ketika Romi juru ukur datang dan Ikut bicara dan ingin menerangkan uang yang sebanyak Rp1.250.000 kemana saja di berikan, namun Penghulu Ratna Spd melarangnya untuk jangan dijelaskan. Menurutnya Romi si juru ukur sudah tahu kemana saja uang itu dibagikan "Si Romi kan sudah tahu pos-pos uang itu kemana saja," ungkap Yusuf.
 
Dan ketika Yusuf menanyakan kembali kepada Romi si juru ukur di depan Penghulu Bangko Jaya tentang angka pengurusan surat tanah perekbunan sebesar Rp 1,5 juta dan Rp 1,3 juta untuk pertapakan rumah, Romi mengakuinya.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 17 Mei 2017
 
Reporter: Jhoni
Editor: Nandra F Piliang