44 Personel Gabungan

Razia 7 Tempat Hiburan Malam

Cetak Senin,15 Mei 2017 | 10:32:06 WIB
Razia 7 Tempat Hiburan Malam
Ket Foto :
DUMAI (riaumandiri.com)-Sebanyak 44 personel gabungan yang terdiri dari 20 personel Satpol PP Dumai, 24 personel dari Polresta Dumai dan 4 personel Polisi Militer, Sabtu (13/5) pukul 23.30 WIB-Minggu (14/5) pukul 02.00 WIB merazia tujuh tempat hiburan malam yang ada di Kota Dumai. 
 
Tujuh tempat hiburan yang dirazia pada malam dan dini hari tersebut, menindaklanjuti laporan warga. Dimana lokasi dimaksud ada menyediakan prostitusi, membuka tempat hiburan tidak mengindahkan waktu sesuai perizinan dan permasalahan penyakit masyarakat lainnya. 
 
Ketujuh tempat hiburan yang dirazia diantaranya, eks lokalisasi Bundaran di Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur. Di tempat ini sesuai laporan warga kepada Satpol PP disinyalir masih menyediakan 18 pekerja seks komersial (PSK). Selanjutnya di tempat hiburan malam Horizon di Jalan Siderejo, dilanjutkan tempat hiburan malam Crystal di Jalan Ombak, juga tempat hiburan malam Vista di Jalan Ombak, tempat hiburan Cahaya di Jalan Kelakap Tujuh dan berbagai tempat hiburan malam di Popeye di Jalan Ombak.
 
Sebleum dan sesudah melakukan razia, dilakukan apel gelar pasukan di Halaman Kantor Satpol PP Dumai Jalan Patimura. Sebelum melakukan razia apel yang dipimpin Kepala Satpol PP Dumai, Bambang Wardoyo menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan oleh setiap satuan.
 
 "Kami selaku Satpol PP menindak sesuai Perda Kota Dumai, untuk bapak dari Kepolisian silakan menindak kriminalnya termasuk masalah narkoba, juga kepada Polisi Militer silakan menindak jika didapati oknum saat razia," beber Bambang Wardoyo yang baru genap satu pekan dilantik sebagai Kepala Satpol PP didampingi Kabag Ops Polresta Dumai Kompol Sazali Rais.
 
Saat razia dilakukan di eks lokalisasi Bundaran, disini digeladah lebih dari 7 hunian didalamnya terdapat dari bilik-bilik, ternyata tidak ditemukan pasangan mesum hanya ada beberapa wanita penjaga tempat tersebut dan minuman tuak, serta kopi kuat. Selain itu petugas memeriksa kepemilikan identitas diri berupa KTP dan ada salah satu penghuni yang KTP nya tidak sudah mati dan dipersiapkan untuk memperpanjang kembali. 
 
Selanjutnya rombongan bergerak ke tempat hiburan Horizon ditempat ini, Bambang Wardoyo mengaku heran karena kehadiran rombongan malah disambut oleh pemilik tempat hiburan di depan pintu masuk, seolah-olah pengelola mengetahui dan mempersiapkan diri menyambut tim. Benar saja, ketika masuk kedalam tempat pub tidak ada satupun pengunjung disana, semuanya sudah rapi hanya tinggal pekerja tempat hiburan saja. (par)
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Senin,21 Mei 2018 - 08:11:17 WIB

Gerakan Reformasi, Pemilu dan Pilkada

Memori gerakan mahasiswa 1998 mengingatkan kita akan perjuangan mahasiswa Indonesia menjatuhkan rezin Orde Baru dengan berhasil memaksa Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun, sejak keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966 hingga 1998. Tepatnya 20 tahun yang lalu, pada hari Kamis tanggal 21 Mei 1998, ribuan masa menduduki gedung DPR/MPR meneriakkan yel-yel dan orasi yang meminta Soeharto turun. Pada hari yang sama, pagi sekitar pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) wakil presiden mengantikannya sebagai presiden.