Waspada! Rokok Elektrik Berpengaruh Pada Kualitas Sperma

Rabu,11 Januari 2017 | 11:24:02 WIB
Waspada! Rokok Elektrik Berpengaruh Pada Kualitas Sperma
Ket Foto : Waspada! Rokok Elektrik Berpengaruh Pada Kualitas Sperma (Foto: liputan6)

JAKARTA (Riaumandiri.co) - Para peneliti dari University College London menungkapkan, rokok elektrik dapat merusak kualitas sperma. Mereka menguji 20 cairan isi ulang rokok elektrik dengan variasi 9 rasa dan menggunakan sampel sperma yang diambil dari 30 laki-laki.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Progress, diketahui sejumlah bahan kimia beracun dalam zat perasa dapat memperlambat kemampuan sperma untuk berenang hingga merusak sel-sel di testis. Rasa kayu manis misalnya, ditemukan dapat memperlambat sperma berenang menuju sel telur.

Sementara itu, rasa permen karet berisiko membunuh sel-sel di testis yang membantu produksi sel sperma. Kondisi yang merusak kualitas sperma itu dapat meningkatkan masalah infertilitas atau ketidaksuburan seorang pria. Perasa rokok elektrik mengandung bahan kimia yang bersifat racun bagi tubuh manusia, yaitu coumarin.

Peneliti utama, Dr O'Neill menjelaskan, bahan-bahan kimia pada rokok elektrik itu dapat membahayakan tubuh melalui racun yang dihasilkan saat rokok dipanaskan. Selain itu, perasa pada rokok elektrik juga mengandung bahan kimia seperti formaldehida yang dapat memicu kanker.

Sebelumnya, penelitian dari University of Salford menemukan bahaya rokok elektrik seperti mentol bagi kesehatan paru-paru. Paparan bahan kimia dari perasa itu dinilai dapat membunuh sel-sel pada paru-paru.

Para ahli kesehatan hingga saat ini pun tak menyarankan pemakaian rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau. Sejumlah negara juga belum menetapkan regulasi rokok elektrik. (wkc/vie)

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Senin,20 Februari 2017 - 07:39:18 WIB

Konsep Bantuan Hukum

(riaumandiri.co)-DI dalam negara demokrasi, penegakan hukum menjadi salah satu indikator untuk menilai demokrastis atau tidaknya suatu negara. Penegakan hukum dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek; yaitu dari sisi aspek regulasi, aspek aparat penegak hukum, dan aspek budaya hukum. Indonesia sebagai negara hukum (rechstaat), negara wajib memberi jaminan kesetaraan bagi setiap warga negaranya di hadapan hukum (equality before the law). Bahkan, sila kedua, dan sila kelima Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar), telah menjamin persamaan hak asasi dan keadilan itu.