Sekda Hadiri Sertijab Kacab Rutan

Rutan Batu Empat Diharapkan Segera Selesai

Rabu,11 Januari 2017 | 09:11:32 WIB

Bagansiapiapi (riaumandiri.co) - Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hilir (Rohil) Drs H Surya Arfan, MSi menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) pergantian Kepala Cabang (Kacab) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Bagansiapiapi, Selasa (10/1).

Dalam hal ini, Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Cipinang Jufri Jabbar Amd IP SH, MH telah resmi menjabat sebagai Kepala Cabang (Kacab) Rutan Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mengantikan Edy Mulyono Amd IP,S,sos SH, MH, yang akan menempati jabatan baru sebagai Kacab Rutan Dumai.

Dalam serah terima jabat tersebut turut disaksikan Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Provinsi Riau Muji Raharjo Drajat Santoso serta dihadiri Anggota DPRD Rohil H Tatang Hartono, Kejari Rohil Bima Suprayoga, Damdim 0321 Rohil, Kacab Rutan Bengkalis, Kepala Imigrasi bagansiapiapi, Asisten III H Ali Asfar, Kepala Badan, Kantor/Dinas dan Camat, Sekcam Bagan Lurah serta para tetamu undangan.  

Sekda Rohil Drs H Surya Arfan MSi dalam sambutanya mengungkapkan mutasi atau perpindahan tempat sangat lazim, apa lagi status instasi pusat, satu atau dua tahun sudah dimutasi, tidak pernah lama di Rohil.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Rokan Hilir merasa kehilangan sosok Edy Mulyono yang selama ini hubungan antara pemerintah daerah dengan kacab Rutan sangatlah baik. Apalagi Edy Mulyono bisa mendatangkan sosok Menkumham ke Bagansiapiapi.

Terlebih lagi, selama kepemimpinan Edy, status Rutan Bagansiapiapi juga menjadi Lapas kelas III dari kelas II. Dinilainya, ini merupakan hal yang sangat positif.

Sekda juga mmenyampaikan pesan Bupati Rohil H Suyatno kepada Kanwil Provinsi Riau agar dapat memantau pembangunan Lapas Bagansiapiapi yang baru di kawasan Batu Empat. Diperkirakan, pembangunan fisiknya akan selesai 2018 mendatang.

"Kasihan kita pada warga binaan kita yang sudah over kapasitas. Kita doakan Pak Menteri bisa melanjutkan pembangunannya," harap Sekda. Untuk itu Surya Arfan berharap kepada Kacab Rutan Bagansiapiapi yang baru ini dapat melanjutkan program yang sudah ada dan dapat berkarya demi kemajuan Rohil.

Edy Mulyono dalam sam butanya menyampaikan, selama menjabat satu tahun tiga bulan sebagai Kalapas Ru tan Bagansiapiapi tidak pernah mengalami adanya gang guan serta situasi berjalan dengan kondusif. Selain itu, hubungan bersama pemerintah daerah serta Forkopinda berjalan dengan harmonis.  "Rutan yang sekecil ini bisa menghadiri bapak Menkumham Yasona Laoly dalam agenda kunjungan kerjanya, dan Alhamdulilah kun ker tersebut berjalan dengan lancar.

Tentunya kepada bapak Jufri Jabbar dapat melanjutkan program-program yang telah dikerjakan sepertinya pembangunan Rutan Cabang Bagansiapiapi yang berada di kawasan Batu Enam, yang saat ini akan berubah statusnya men jadi Lapas Kelas III," ucap Edy.

Kacab Rutan Bagansiapiapi yang baru Jufri Jabbar menyebutkan, sebelumnya bertugas sebagai Kacab Rutan Bagansiapiapi ini awal tugasnya di Kediri selama lima tahun. Selain itu, ia juga pernah dipercayakan menjadi Kalapas Kelas II Blitar selama tujuh tahun dan akhirnya dipercayakan kembali sebagai Kepala Seksi Cabang Rutan Cipinang.

"Mudah-mudahan selama saya bertugas di Kacab Rutan Bagansiapiapi ini dapat diterima masyarakat Rokan Hilir. Dan saya juga meminta masukan kepada bapak Bupati beserta Forkopinda seperti Bapak Polres, Dandim, Kejari dan lain-lainya. Tanpa koordinasi saya tidak ada apa-apanya," pintanya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Provinsi Riau Muji Raharjo Drajat Santoso mengatakan Edy sebagai generasi pilihan di Kementerian Menkumham. SK pemberhentian dan pengangkatan, Edy menghasilkan target kinerja dan langkah cerdas.

"Saya ucapkan Jufri Jabbar sebagai penanggungjawab bisa berkoordinasi lebih baik lagi dan target warga binaan bisa merasakan kenyamaan. Saya berpesan kepada Jufri Jabbar segera melakukan kooordinasi baik itu Forkopinda maupun pemerintah setempat, kuatkan SDM yang ada pelayanan yang baik dan benar," paparnya.(adv/humas)

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Senin,20 Februari 2017 - 07:39:18 WIB

Konsep Bantuan Hukum

(riaumandiri.co)-DI dalam negara demokrasi, penegakan hukum menjadi salah satu indikator untuk menilai demokrastis atau tidaknya suatu negara. Penegakan hukum dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek; yaitu dari sisi aspek regulasi, aspek aparat penegak hukum, dan aspek budaya hukum. Indonesia sebagai negara hukum (rechstaat), negara wajib memberi jaminan kesetaraan bagi setiap warga negaranya di hadapan hukum (equality before the law). Bahkan, sila kedua, dan sila kelima Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar), telah menjamin persamaan hak asasi dan keadilan itu.