Hujan, Aktivitas Belajar Terhenti

Atap SDN 030 Bantayan Bolong-bolong

Atap SDN 030  Bantayan Bolong-bolong

TEMBILAHAN (riaumandiri.co)-Sekolah Dasar Negeri 030 merupakan satu-satunya sarana pendidikan di desa Desa Bantayan Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir. Namun kondisinya tak terawat, atapnya bolong-bolong. Jika hujan, air masuk mengucur teras. Aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan.

Sekolah ini didirikan pada 2004 silam. Kini kondisinya sudah tak nyaman lagi digunakan untuk ruangan belajar.

Wali murid anak didik SDN 030 itu mayoritas penduduknya berprofesi petani kelapa.
Pantauan Haluan Riau, SDN 030 Desa Bantayan yang memiliki enam kelas tersebut, terlihat kondisi atapnya dipenuhi dengan lubang, yang sangat menganggu aktifitas belajar dan mengajar para murid dan guru apabila musim penghujan.

"Saat musim penghujan tiba terpaksa aktivitas belajar dihentikan," ungkap Kepala Desa Bantayan, Maslan, Selasa (10/1).

Tidak hanya itu, sekolah dasar berstatus negeri dengan 104 siswanya tersebut, semenjak berdiri diterangkan Maslan belum pernah tersentuh renovasi.

Dan ia berharap kepada pemerintah, baik itu pusat hingga Kabupaten agar lebih memprihatinkan fasilitas pendidikan di desa dengan 670 kk itu.

"Prosese pendidikan itu tergantung dengan sarananya, harapan saya dengan pemerintah kabupaten hinga pusat agar lebih memperhatikan sarana pendidikan sebagai wadah aktifitas belajar dan mengajar di desa ini," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Lanjutnya, ia sangat mengharapkan bantuan perbaikan dari pemerintah, agar siswa di SDN 030 Desa Bantayan dapat mengikuti aktifitas belajar dan mengajar dengan hati yang nyaman tanpa rasa waspada ambruknya sekolah dasar dengan tujuh orang tenaga pengajar itu.***