Sambut Persaingan Global 2020

STIE Persada Bunda Taja Seminar Pemasaran 2017

STIE Persada Bunda Taja Seminar Pemasaran 2017

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Persada Bunda menggelar Seminar Pemasaran tahun 2017, bertempat di Ball Room SKA Co.Ex, Minggu (8/1).

Seminar yang mengusung tema ' E-Commerse sebagai Strategi Pemasaran Menyambut Persaingan Global 2020', menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Sekretaris Diskop dan UMKM Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, dan  Head Of Community Management situs online Bukalapak, Muhammad Fikri.

Kegiatan dibuka langsung Wakil Ketua I, STIE Persada Bunda, R Rudi Alhempi, ditandai dengan pemukulan gong di hadapan ratusan peserta dari mahasiswa jurusan manajemen di perguruan tinggi tersebut. Dalam kata sambutannya, Rudi Alhempi menyebut, seminar pemasaran penting dilakukan. Terutama untuk menambah wawasan para mahasiswa membahas tema yang disajikan secara ilmiah.

"Seminar pemasaran diadakan setiap tahun, begitu juga dengan mata kuliah yang dipelajari selalu diadakan seminarnya terutama tentang pemasaran. Kita berharap kedepan, mahasiswa STIE Persada Bunda tidak ketinggalan dari mahasiswa di perguruan tinggi lain. Paling tidak, mahasiswa sebelum ujian skripsi sudah mempersiapkan diri, pertama untuk berani tampil, mau tampil dan siap untuk tampil," kata Rudi.

Dalam arti kata, STIE Persada Bunda sudah membekali mahasiswa melalui kegiatan seminar yang dilakukan bukan hanya di dalam kampus, tetapi juga di luar kampus. Jadi nanti saat mahasiswa tampil, sudah punya persiapan terkait wacana yang  pastinya sudah diseleksi tentang yang dibutuhkan orang lain.

"Sehingga mahasiswa sudah kita persiapkan dari awal dengan menerima mata kuliah, kemudian pranya di kampus dan finalnya di tempat seminar seperti yang dilaksanakan hari ini di hotel," kata dia.

Pantauan di lokasi, seminar dilaksanakan dalam dua sesi, turut hadir beberapa orang dosen, Ketua STISIP Persada Bunda, Drs H Iqbal Ali, MM , Ketua Koordinator, Agustin Bariani, Ketua dan wakil Panitia, Devid, Munadir Rosa, dan Sori Sihotang. Seluruh peserta tampak serius menyimak pemaparan- pemaparan yang disampaikan nara sumber, Ketua Dosen pengampu seminar pemasaran, Chairul Bachri, ditujuk sebagai moderator memandu jalannya acara termasuk dalam sesi tanyajawab yang diadakan.

Sekretaris Diskop, Ardiansyah Eka Putra, mengatakan, sangat mengapresiasi seminar mengusung tema tersebut. Sebab sejalan dengan Visi Kota Pekanbaru 2005-2025, terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa, pendidikan, serta pusat kebudayaan Melayu, menuju masyarakat sejahtera berlandaskan iman dan takwa.

" Ini juga sesuai dengan Visi Diskop sendiri yakni terciptanya koperasi, UMKM sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi kerakyatan di Kota Pekanbaru menuju kota metropolitan madani," katanya.

Dalam hal itu, E-Commerse merupakan penerapan teknologi informasi dan komunikasi bertujuan memperluas akses pemasaran koperasi dan UMKM. Memiliki beberapa dampak positif diantaranya, mengurangi biaya operasional karena informasi distribusi produk dapat digitalkan. Sehingga memudahkan salahsatunya terkait pelacakan status produksi dan distribusi secara berkelanjutan.

"Kita juga imbau masyarakat atau pelaku usaha agar melakukan jual beli online melalui website resmi, meminimalisir terjadinya penipuan. Sekarang ini masih banyak masyarakat berjualan produk melalui media sosial, ini bahaya, selain rawan penipuan juga tak ada jaminan kepastian produk," kata dia.

Sementara itu, Muhammad Fikri mengungkapkan, trend belanja online di Indonesia tiap tahun terus meningkat. Satu tahun terakhir saja meningkat hingga 58 persen. Bahkan disitus online Bukalapak, dalam satu tahun pengunjung bisa mencapai sebanyak 4.000 ribu orang.

"Produk yang paling banyak dicari masih seputar fashion, elektronik dan gadget," kata Fikri.
Menjelang ditutupmya seminar, pihak kampus menyerahkan plakat dan sertifikat kepada dua narasumber dan sponsor. Begitu kepada seluruh mahasiswa peserta.

Juga dilakukan pengumpulan penilaian atau sebar angket, diumumkan pula pemakalah terbaik disertai pembagian Kartu Rencana Studi (KRS), selanjutnya, seminar ditutup dengan sesi foto bersama.