Basmi Peredaran Hoax

Menkominfo: Blokir Bukan Satu-satunya Jalan

Senin,09 Januari 2017 | 07:52:46 WIB
Menkominfo: Blokir  Bukan Satu-satunya Jalan
Ket Foto : Menkominfo Rudiantara hadir dalam Deklarasi Masyarakat Anti-Hoax di Jakarta

JAKARTA (riaumandiri.co)-Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengakui, pemblokiran bukanlah satu-satunya jalan untuk menghabisi peredaran hoax alias berita bohong, yang kerap terjadi di dunia maya.

Yang lebih penting, menurutnya, adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyadari dan membedakan mana berita hoax dan mana berita yang benar. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak ikut terlarut dan malah ikut menyebarkan berita hoax tersebut.


"Kita tidak boleh berasumsi akan ada yang diblokir, kita harus berpikiran baik. Pasti ada yang tidak benar, tapi kita tidak perlu langsung ke sana. Nomor satu, blokir itu bukan satu-satunya jalan," ujarnya, saat menghadiri Deklarasi Masyarakat Jakarta Anti Hoax di kawasan car free day (CFD), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/1).

"Yang pertama harus sosialisasi aktivitas seperti ini, karena yang menapis (menyaring, -red) pertama adalah masyarakat," imbuh pria yang akrab disapa Chief RA itu.

Menkominfo meminta agar masyarakat bisa membedakan mana ranah privat dan publik. Sehingga mereka tak terjebak dan malah ikut menyebarkan berita hoax.

Terpisah, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut maraknya peredaran berita hoax adalah sebagai risiko perkembangan teknologi.

"Ya memang itu resiko sekarang ya dengan perkembangan teknologi yang begitu dahsyat," ujarnya.

Prabowo mengaku juga kerap menjadi korban berita hoax tersebut. Dia meminta masyarakat semakin kritis dan tidak mudah percaya. "Saya juga sering korban kan. Ya jadi saya kira masyarakat harusnya kritis jangan liat di YouTube terus percaya, banyak berita enggak bener," ingatnya.

Dari Pekalangan, Jawa Tengah, imbauan serupa juga dilontarkan Presiden Jokowi. Saat menghadiri peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren At Taufiqy di Pekalongan, Jawa Tengah, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh santri untuk menyiarkan berita baik dan menangkal berita-berita hoax.

"Saya ingin mengajak karena santri-santri ini biasanya juga mempunyai kekuatan mempunyai potensi untuk bisa menyiarkan hal yang baik. Nilai-nilai kesantunan, nilai kesopanan, nilai budi pekerti," ujarnya.

Presiden meminta kepada santri untuk mengajak masyarakat supaya tidak menyiarkan berita-berita hoax. Menurut Jokowi, berita-berita hoax berpotensi memecah persatuan.

"Marilah kita ajak rekan-rekan kita yang ada di luar, yang sering menyampaikan hal yang berkaitan fitnah, berita-berita yang bohong, ujaran kebencian, hasutan hasutan, marilah kita ajak untuk mengembangkan bersama-sama nilai-nilai kesantunan, nilai nilai kesopanan," ujarnya.

Di akhir ceramahnya, Jokowi mengatakan, nilai kesopanan dan budi pekerti harus ditularkan untuk mewujudkan generasi Indonesia yang cemerlang.

"Supaya betul-betul bisa kita punyai dari generasi-generasi Indonesia yang akan datang. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan," ucapnya.

Sementara itu, Deklarasi "Masyarakat Anti Hoax" berlangsung secara serentak di 6 kota. Selain Jakarta, kegiatan serupa juga digelar di Surabaya, Semarang, Solo, Wonosobo, dan Bandung.

Acara ini merupakan aksi nyata kepedulian atas banyaknya berita hoax yang belakangan dinilai meresahkan banyak pihak. Masyarakat juga terlihat antusias mengikuti acara ini dan memberikan apresiasinya terhadap acara yang dinilai bermanfaat.

"Kalau menurut saya ini bagus ya karena karena sekarang lagi hangat hangatnya, dan berita bohong itu memang sangat berbahaya ya, jadi ya bagus," Ujar Dimas (18), warga Jakarta.

Pendapat yang senada juga diungkapkan oleh Delvivi (22). Menurutnya banyaknya berita hoax dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Sekarang ini kan banyak banget berita hoax ya, rusuh banget, banyak yang hoax, ya harusnya emang bagus untuk di deklarasikan seperti ini," ujarnya.

Jusman (31) salah satu pengunjung juga menyampaikan apresiasinya terhadap acara deklarasi ini. Dia menyebutkan bahwa masyarakat harus lebih cerdas dalam memilih berita.

"Kita harus jadi pembaca yang cerdas berita harus dilihat dan dicek dan ricek, tips nya kalau saya, kalau ada berita di internet atau medsos saya akan cek ke situs terkenal atau google, kalau ga ada di situs terkenal udah bisa dipastikan itu hoax," ujarnya. (bbs, dtc, kom, ral, sis)
 

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR