5 Jenis Pekerjaan Ini Bisa Memicu Kemandulan Pada Pria

Minggu,08 Januari 2017 | 16:33:19 WIB
5 Jenis Pekerjaan Ini Bisa Memicu Kemandulan Pada Pria
Ket Foto : Foto: Getty Image
RIAUMANDIRI.co - Bagi kaum pria kemandulan atau infertilitas adalah suatu hal yang tidak diinginkan karena bisa sulit memperoleh keturunan. Infertilitas menyebabkan sperma yang dihasilkan tidak subur atau tidak berkualitas sama sekali.
 
Namun tahu kah Anda? Beberapa macam pekerjaan ternyata bisa memicu terjadinya kemandulan pada kaum adam.
 
Dilansir di laman The Health Site, inilah perkerjaan yang memicu kemandulan:
 
1. Supir
Supir banyak menghabiskan waktunya dengan duduk, dalam kondisi cuaca atau lingkungan yang panas. Studi yang hasilnya diterbitkan pada American Journal of Medicine Industry menuliskan bahwa profesi itu menunjukkan kemungkinan mengalami mandul.
 
2. Bekerja di kapal selam
Awak kapal selam pun berisiko mengalami mandul, sebab lingkungan kerjanya memiliki suhu panas, dan itu kurang baik bagi produksi sperma. Hal tersebut diungkap dalam studi oleh Human Reproduction tahun 2004.
 
3. Tukang las
Pria yang berprofesi ini pun mempengaruhi kesuburan spermanya, dipicu pada produksi hormon testosteron yang kurang akibat selalu terpapar suhu panas di sekitarnya.
 
4. Pesepeda
Atlet sepeda juga salah satu yang beresiko memproduksi sperma tak sehat. Sebuah studi yang dimuat dalam Journal Fertility and Sterility tahun 2011 menyebut, hal itu terutama pada pria yang bersepeda lebih dari 5 jam per pekan.
 
5. Pelatih olahraga
Pelatih olahraga dan kebugaran tak lepas dari risiko kemandulan. Mereka memproduksi hormon testosteron lebih sedikit dan rendah kualitasnya dibanding pria lain. Ini disebabkan lebih seringnya mereka berada dalam situasi lingkungan yang panas, sedangkan produksi sperma yang baik tidak membolehkan skrotum sering berada di lingkungan panas.
 
Di simak dari uraian di atas, ternyata lingkungan panas atau aktifitas yang membuat tubuh terpapar suhu panas, sangat mempengaruhi hormon kesuburan pria. Pantas saja pria yang tinggal di daerah pegunungan lebih mudah mendapatkan keturunan.
 
Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Senin,20 Februari 2017 - 07:39:18 WIB

Konsep Bantuan Hukum

(riaumandiri.co)-DI dalam negara demokrasi, penegakan hukum menjadi salah satu indikator untuk menilai demokrastis atau tidaknya suatu negara. Penegakan hukum dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek; yaitu dari sisi aspek regulasi, aspek aparat penegak hukum, dan aspek budaya hukum. Indonesia sebagai negara hukum (rechstaat), negara wajib memberi jaminan kesetaraan bagi setiap warga negaranya di hadapan hukum (equality before the law). Bahkan, sila kedua, dan sila kelima Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar), telah menjamin persamaan hak asasi dan keadilan itu.