Elpiji 3 Kg Cepat Habis Dipakai, Warga Tuding Agen Kurangi Isi

Kamis,05 Januari 2017 | 18:37:30 WIB
Elpiji 3 Kg Cepat Habis Dipakai, Warga Tuding Agen Kurangi Isi
Ket Foto : Gas Elpiji 3 Kg (Foto: Nandra)
Pangkalan Kerinci (RIAUMANDIRI.co) - Warga Kota Pangkalan Kerinci saat ini mulai mengeluhkan isi gas melon 3 Kg yang disinyalir dikurangi isinya oleh agen yang memasok ke warung-warung di daerah pemukiman warga. Pasalnya gas 3 Kg tersebut biasanya bisa tahan setengah bulan pemakaian rumah tangga, namun akhir-akhir ini gas ukuran tersebut cuma sanggup bertahan seminggu dengan intensitas pemakaian yang sama.
 
"Wah kacau kali lah, biasanya untuk pemakaian gas melon 3 Kg itu bisa setengah bulan baru abis kalau untuk kebutuhan rumah tangga, kok sekarang cuman seminggu bertahan, kalau ku ingat-ingat selama sebulan aku uda 4 kali beli gas untuk masak di rumah, ini uda gak bener nih," ungkap Andi, warga Jalan Pemda Wajib Senyum, Kota Pangkalan Kerinci, Kamis (5/1) di kediamannya.
 
Dijelaskan Pria berkepala plontos ini, gas melon 3 Kg yang beredar di wilayah pemukimannya tersebut seperti ada kesengejaan dilakukan kecurangan oleh agen setempat. Kecurigaan yang terlihat saat dirinya membeli gas tersebut di kedai, dia melihat kondisi tabung sudah tidak tersegel dan tidak ada karet di pentil tabung.
 
"Kami selaku konsumen sangat dirugikan, kayaknya mereka para agen sengaja melakukan kecurangan untuk meraup keuntungan besar, sebab kerusakan tabung yang kondisinya tidak bersegel dan juga tidak ada karet di kepala tabungnya, setelah kita tanyakan ke pihak kedai, mereka bilang dirinya menerima dari agen sudah demikian. Berarti ini dilakukan sama agennya," ujar Andi kesal.
 
Pihaknya meminta supaya masalah ini bisa secepatnya ditanggapi dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait, baik dari kepolisian maupun Disperindag setempat.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 06 Januari 2017
 
Reporter: Pendi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Senin,20 Februari 2017 - 07:39:18 WIB

Konsep Bantuan Hukum

(riaumandiri.co)-DI dalam negara demokrasi, penegakan hukum menjadi salah satu indikator untuk menilai demokrastis atau tidaknya suatu negara. Penegakan hukum dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek; yaitu dari sisi aspek regulasi, aspek aparat penegak hukum, dan aspek budaya hukum. Indonesia sebagai negara hukum (rechstaat), negara wajib memberi jaminan kesetaraan bagi setiap warga negaranya di hadapan hukum (equality before the law). Bahkan, sila kedua, dan sila kelima Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar), telah menjamin persamaan hak asasi dan keadilan itu.