Sayed Minta Pengusaha Arang di Pulau Rangsang Membayar Pajak

Selasa,27 Desember 2016 | 23:45:08 WIB
Sayed Minta Pengusaha Arang di Pulau Rangsang Membayar Pajak
Ket Foto : Anggota DPR RI, Sayed Abubakar A. Assegaf (tengah) mengunjungi sentra pengolahan arang di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.


SELATPANJANG (RIAUMANDIRI.co)-Anggota DPR RI, Sayed Abubakar A. Assegaf meminta para pengusaha arang di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, taat membayar pajak untuk meningkatkan PAD Kabupaten. Pemkab juga diminta mengejar potensi pajak yang besar dari usaha ini.
Didampingi oleh Sekcam Ransang Pesisir Muhammad Nasir, tokoh masyarakat Mulyono dan tokoh pemuda Muklis, Sayed yang juga anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau ini mengunjungi sentra pengolahan arang di Desa Bungur.
“Arang dari mangrove ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan berkualitas ekspor sampai ke Cina, Eropa dan Arab Saudi. Karenanya sudah seharusnya para pengusaha bisa menyetor pajak untk meningkatkan PAD,” kata anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu, baru-baru ini.
Sayed juga meminta kepada pemilik pegolahan arang dari mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti agar sadar dalam membayar pajak ke Pemkab Meranti untuk meningkatkan PAD. Pemkab Meranti diharapkan menindak tegas pihak perusahaan maupun perorangan yang enggan membayar pajak dari hasil pengolahan arang ini.
“Saya berharap Perusahaan Daerah dapat menangkap peluang ini, karena daerah Pulau Rangsang ini luas area mangrovenya,” ujar Sayed lagi.
Selain menyetor pajak Sayed juga mengajak para pengusaha dan masyarakat ikut menjaga kelestarian hutan bakau d pulau ini. “Kita meminta penegak hukum untuk menindak oknum atau perusahaan perusak lingkungan yang melakukan perambahan hutan mangrove yang berkedok koperasi atau kelompok tani,” tegasnya.
Disebutkannya, dalam waktu dekat dirinya akan mengajak Menteri Ligkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk turun bersama melestarikan hitan mangrove di daerah ini.
Mangrove harus dijaga karena merupakan lahan kehidupan bagi banyak makhluk hidup termasuk manusia. Melestarikan mangrove juga secara langsung melestarikan pulau tempat mereka bermukim, karena hutan bakau adalah penahan abrasi paling manjur. Kedatangan Sayed di Desa Bungur disambut antusias masyarakat desa. Mereka memberikan banyak masukan dan juga permintaan pada wakil mereka yang duduk di Senayan itu. “Kami meminta pemerintah pusat membantu kami di sini untuk meningkatkan harkat hidup masyarakat melalaui mangrove ini,” harap Suyanto, warga Bungur. (ral)
 

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR