Wajib Tahu! Kenali 11 Desain Baru Uang Rupiah

Senin,19 Desember 2016 | 23:12:42 WIB
Wajib Tahu! Kenali 11 Desain Baru Uang Rupiah
Ket Foto : Pecahan Rupiah Desain baru (Foto: Istimewa)
JAKARTA (RIAUMANDIRI.co) - Bertepatan dengan Hari Bela Negara, Bank Indonesia hari ini, Senin (19/12) resmi meluncurkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.
 
Desain uang baru ini dikatakan sejalan dengan rencana BI menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hampir semua wajah pahlawan di uang tunai berganti, kecuali pecahan Rp 100.000.
 
Pecahan Rp 100.000 tetap menampilkan wajah dua proklamator RI, yaitu Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Soekarno dan Mohammad Hatta.
 
Setelah diterbitkannya rupiah baru, maka uang rupiah yang sudah beredar di masyarakat masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.
 
"Uang rupiah kertas dan logam yang telah dikeluarkan masih berlaku sepanjang belum dicabut dan ditarik peredaran oleh BI," kata Agus Martowardojo, Gubernur BI di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016). 
 
Berikut penampakan pecahan rupiah desain baru: 
 
Desain Baru Pecahan Rp 100 Ribu (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 100 Ribu (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 50 Ribu (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 10 Ribu (dok BI)
 
Desain Baru Pecahan Rp 5 Ribu (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 1 Ribu (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 1 Ribu Logam (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 500 Logam (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 200 Logam (dok BI)
Desain Baru Pecahan Rp 100 Logam (dok BI)
 
Nandra F Piliang
 
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Senin,20 Februari 2017 - 07:39:18 WIB

Konsep Bantuan Hukum

(riaumandiri.co)-DI dalam negara demokrasi, penegakan hukum menjadi salah satu indikator untuk menilai demokrastis atau tidaknya suatu negara. Penegakan hukum dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek; yaitu dari sisi aspek regulasi, aspek aparat penegak hukum, dan aspek budaya hukum. Indonesia sebagai negara hukum (rechstaat), negara wajib memberi jaminan kesetaraan bagi setiap warga negaranya di hadapan hukum (equality before the law). Bahkan, sila kedua, dan sila kelima Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar), telah menjamin persamaan hak asasi dan keadilan itu.