Jutaan Umat Muslim di Berbagai Daerah Subuh dan Doa Bersama 1212

Senin,12 Desember 2016 | 16:02:12 WIB
Jutaan Umat Muslim di Berbagai Daerah Subuh dan Doa Bersama 1212
Ket Foto : Subuh dan Doa Bersama 1212 di Masjid Arrahman, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru (Foto: Heri)
JAKARTA (RIAUMANDIRI.co) Salat subuh berjamaah dan doa bersama 1212 yang dilakukan di berbagai daerah telah mencetak sejarah baru di Indonesia.
 
Dilakukan bertepatan dengan perayaan Maulud Nabi yang jatuh pada hari ini, Senin (12/12) puluhan ribu jamaah melakukan salat subuh dan melanjutkannya dengan berdoa dan bertasbih kepada Allah SWT. 
 
Di Bandung misalnya, kegiatan keagamaan ini dipusatkan di Lapangan Gasibu hingga siang hari tadi. Dihadiri sejumlah tokoh agama dan tokoh nasional. 
 
Walau banyak yang mengaitkannya dengan kasus Ahok, tapi Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menegaskan salat subuh berjamaah dan doa bersama 1212 tidak ada kaitannya dengan kasus penistaan agama oleh Ahok. 
 
Aa Gym menegaskan kegiatan 1212 merupakan kegiatan peringatan Maulud Nabi sekaligus peringatan milad Pondok Pesantren (Ponpes) Darrut Tauhid ke-26 miliknya. 
 
"Acara kali ini (murni) kita ultah (ulang tahun) pesantren (tidak ada kaitan dg Ahok). Kita ingin mengenang akhlak Rosul (Nabi Muhammad)," kata Aa Gym usai memberikan tausyiah di Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
 
Berdasarkan informasi dari Media Center GNPF MUI melalui website mereka, Minggu (11/12) kemarin di Masjid Sunda Kelapa merupakan salah satu lokasi digelarnya aksi salat subuh berjamaah 1212. Selain di Sunda Kelapa, di Jakarta aksi ini juga digelar di tiga lokasi lainnya.
 
Sementara di Pekanbaru kegiatan ini digelar di Masjid Arrahman, Jalan Jenderal Sudirman. Di sini tampak jamaah salat subuh lebih banyak dari hari biasanya, hingga membludak ke halaman masjid.
 
Publisher: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Kamis,23 November 2017 - 07:12:43 WIB

Basko Lepas dari Segala Tuntutan Hukum

RIAUMANDIRI.CO, PADANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang menjatuhkan vonis lepas dari segala tuntutan (onslag van recht vervolging) terhadap Pemilik Basko Grup H Basrizal Koto (Basko), atas kasus dugaan pemalsuan surat. Dalam penilaian hakim, bukan pada tempatnya menyidangkan kasus ini di ranah pidana, karena Basko tak terbukti melakukan tindak pidana.