Peserta Aksi 212 di Pekanbaru: Negeri Ini Sedang Tidur, Pemimpinnya Pekak

Peserta Aksi 212 di Pekanbaru: Negeri Ini Sedang Tidur, Pemimpinnya Pekak
PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co) - Aksi super damai menuntut proses hukum terhadap kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok, di Pekanbaru, Jumat (2/12) berlangsung aman dan tertib. Unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari aksi Bela Islam Jilid II pada 4 November lalu.
 
Aksi diikuti ribuan warga, mahasiswa, siswa sekolah Muhammadiyah, ICMI dan lainnya dimulai dari pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.20 WIB di Jalan Gajah Mada. Teriakan Allahu Akbar terus bergema, sambil sekali-kali ada teriakan tangkap Ahok, Hukum Ahok dan adili Ahok.
 
Teriakan lebih bergema lagi saat diakhir aksi, Kapolda Riau, Brigjen Pol Zulkarnain, menyampaikan tanggapannya terhadap aksi demo super damai ini. Ketika panitia aksi menyatakan memberikan kesempatan kepada Kapolda untuk menyampaikan tanggapannya, massa langsung bergemuruh, meminta agar segera menangkap Ahok. 
 
Namun gemuruh ini dapat diredam dengan pantun pembuka salam yang disampaikan Kapolda Riau. Massa langsung menjawab salam Kapolda dan takbir Allahu Akbar.
 
Gema takbir bergemuruh sebelumnya juga terjadi ketika tokoh masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus menyampaikan orasinya. Azlaini mengatakan dirinya sudah lama pensiun turun ke jalan untuk melakukan aksi. Namun hari ini Ahok sudah membuat dirinya kembali ke jalan.
 
"Ahok membuat saya kembali ke jalan. Ahok membuat rakyat kembali ke jalan. Kita cinta NKRI, makanya tidak seorangpun boleh menista agama orang lain, tidak boleh menista Alquran," ujarnya.
 
"Islam adalah hidup mati umat Islam. Jika besok Ahok tidak ditangkap, dikhawatirkan negeri ini menjadi darah. Negeri ini sedang tidur, pemimpinnya pekak, tidak tahu apa yang diinginkan rakyat. Karena itu kita turun ke jalan untuk membangunkan pemimpin yang tuli, pemimpin yang pekak," ujar Azlaini, yang disambut takbir Allahu Akbar yang bergemuruh.
 
Azlaini melanjutkan, jika pememimpin masih tidur, maka setiap waktu akan ada beribu-ribu orang turun ke jalan. "Jika Ahok tidak juga ditangkap, negeri ini tidak akan damai. Satu hal yang bisa membuat negeri ini aman yakni tangkap Ahok!!!. Mengapa Ahok tidak ditahan, apakah dia pejuang kemerdekaan. Tidak ada Ahok kecuali hanya mengeruk pundi-pundi Jakarta," ujar Azlaini, yang kembali disambut takbir Allahu Akbar yang bergemuruh.
 
Ulasan lengkapnya di Koran Haluan Riau edisi 3 Desember 2016
 
Reporter: Hendra Saputra
Editor: Nandra F Piliang