Bupati Tinjau Banjir Bandang

Dihantam Banjir, PAUD Nyaris Terseret

Cetak Selasa,22 November 2016 | 09:54:32 WIB
Dihantam Banjir,  PAUD Nyaris Terseret
Ket Foto : Mursini bersama Kabag Ekbang, Ade Fahrer Arif meninjau tebing kritis yang hampir merobohkan gedung PAUD di Petapahan, Senin (21/11).
TELUKKUANTAN (RIAUMANDIRI.co) - Sebuah bangunan Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, Kuantan Singingi, Riau nyaris Terseret banjir bandang yang terjadi, Senin (21/11) dinihari.
 
Gedung PAUD tersebut tepat berada di pinggir sungai. Jaraknya hanya tinggal hitungan sentimeter dari sungai.
 
Menurut warga, dulu bangunan tersebut jauh dari sungai. Namun, seiring berjalannya waktu, tebing mengalami abrasi. Warga pun mencoba membuat penahan tebing.
 
Namun, banjir bandang tersebut merobohkan susunan karung yang berisi tanah tersebut. Tidak hanya gedung PAUD, sejumlah rumah warga sekitar juga terendam banjir.
 
"Rumah warga terendam sebentar, lalu air surut kembali," ujar Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, MSi yang meninjau langsung kondisi terkini Petapahan.
Untuk mengatasi tebing yang kritis, Mursini berjanji akan membangun turap di dekat gedung PAUD tersebut pada tahun 2017 mendatang. (adv/humas)

 

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Rabu,25 April 2018 - 10:21:13 WIB

Pariwisata, Sektor Baru Penggerak Perekonomian Riau

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - ‘’Booming’’ minyak bumi yang selama ini menjadi andalan perekonomian Provinsi Riau hanya menunggu waktu untuk berakhir. Bukan saja karena cadangan minyak bumi di Riau yang diprediksi hanya bisa dieksploitasi dalam rentang waktu belasan tahun ke depan, harga hasil bumi yang satu ini juga teramat gampang berfluktuasi di pasaran dunia.

Rabu,25 April 2018 - 10:21:13 WIB

Pariwisata, Sektor Baru Penggerak Perekonomian Riau

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - ‘’Booming’’ minyak bumi yang selama ini menjadi andalan perekonomian Provinsi Riau hanya menunggu waktu untuk berakhir. Bukan saja karena cadangan minyak bumi di Riau yang diprediksi hanya bisa dieksploitasi dalam rentang waktu belasan tahun ke depan, harga hasil bumi yang satu ini juga teramat gampang berfluktuasi di pasaran dunia.