Sektor Perikanan Kuansing Menjanjikan

Jumat,18 November 2016 | 07:54:56 WIB
Sektor Perikanan Kuansing Menjanjikan
Ket Foto : Salah satu kolam budidaya ikan nila di Kecamatan Kuantan Tengah.

TELUK KUANTAN (RIAUMANDIRI.co) - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, terus gencar untuk membangun masyarakat melalui usaha perikanan. Upaya yang dilakukan pemerintah Kuansing adalah membangun kelompok pertanian di bidang perikanan.

Pernyataan ini di sampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kuantan Singingi Emmerson, mengatakan, pemerintah Kuansing akan selalu fokus untuk memajukan usaha masyarakat di bidang perikanan.

"Potensi kabupaten kita untuk bidang perikanan sangat luar biasa sekali, ini kan salah satu contoh di bidang usaha masyarakat kita," ungkap Emmerson, Kamis (17/11). Emmerson juga mengatakan,

Kuansing sampai saat ini masih memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk lahan perikanan. Untuk potensi lahan perikanan di Kabupaten Kuansing secara keseluruhan yang akan di garap sampai saat ini ada 22.000 hekatar.

"Untuk secara keseluruhan, potensi Kuansing untuk bidang perikanan secara keseluruhan 22.000 hektar lahan," jelasnya. Disampaikannya, untuk potensi lahan yang bisa digarap untuk budidaya perikanan  saat ini ada sekitar 2.000 hektare, sedangkan yang sudah dimanfaatkan sebagai lahan budidaya perikan oleh masyarakat baru sekitar 229 hektare saja.

"Ya, sebenarnya daerah kita sangat potensi untuk usaha perikanan, menurut data kami, ada 2.000 hektare lahan tersedia untuk perikanan, sementara baru 229 hektar saja yang baru tergarap,"paparnya

Ditanya apakah kepala daerah mendukung program yang di jalankan Dinas Perikanan, Emmerson mengatakan, " kepala daerah  sekarang sangat memberikan dukungan terhadap program yang sudah berjalan, karena program ini merupakan memperdayakan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Emmerson  mengatakan, untuk usaha perikanan di Kuansing saat ini tersebar hampir di seluruh Kabupaten Kuansing. Usaha petani perikanan yang banyak dimiliki oleh masyarakat di Kuansing, yakni, ikan Nila, ikan patin dan juga ikan  lele. Jenisikan tersebut sesuai dengan kondisi kultur daerah.

Ditanya menganai penyaluran hasil petani ikan ini kemana saja disalurkan, Emmerson mengatakan , hasil budi daya ini kiya salurkan dalam daerah dahulu, dan juga disalurkan ke luar daerah seperti, Inhu, Inhil, Sumbar dan Jambi,"pungkasnya.

"Dari hasil panen ikan, setiap bulanya kita selalu mengirim ke daerah luar Kuansing Untuk ikan  Nila, kita kirim ke luar daerah, di kirim sebanyak 70 ton setiap bulannya,"jelasnya. "Inikan sangat luar biasa penghasilannya, kalau 70 per bulan lumayan untuk menunjang perekonomian masyarakat,"ungkapnya.

Ditambah lagi dari penghasilan budidaya  ikan Lele yang juga sangat berpotensi, setiap bulannya bisa panen sekitar 40 ton, yang pemasarannya juga ke daerah Jambi dan Sumbar. "Jadi Sektor ikan ini sangat menjajikan, bisa menjadi tulang punggung keluarga di masyarakat kita," terangnya.

Adapun jumlah kelompok petani ikan di Kuansing sampai saat ini, berjumlah 3.700 KK dan juga kelompok nelayan yang ada di Kuansing ada sekitar 2112 KK, yaitu nelayan yang menangkap ikan di sungai.(adv/humas)

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR

Kamis,25 Mei 2017 - 20:49:07 WIB

Terima Kasih Pak Sayed, Akhirnya Kami Bisa Nikmati Listrik

MINAS (RIAUMANDIRI.co)- "Harapan dan usulan masyarakat Desa Minas Barat, Kabupaten Siak tidak sia-sia. Sudah 71 Tahun Indonesia merdeka, baru saat ini merasakan kemerdekaan energi listrik. Di mana usulan ini diusulkan Penghulu bersama tokoh masyarakat Desa Minas Barat kepada Sayed Abubakar A. Assegaf, anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1 beberapa bulan yang lalu," kata Jasman, tokoh masyarakat Siak, di sela-sela peresmian listrik masuk Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaen Siak, Kamis (25/5/2017).