Warga Bungaraya Dikejar Gajah Tunggal

Cetak Jumat,18 Maret 2016 | 08:34:55 WIB
Warga Bungaraya Dikejar Gajah Tunggal
Ket Foto : ilustrasi

BUNGARAYA (riaumandiri.co)-Warga Bungaraya lari terbirit-birit karena dikejar gajah tunggal. Beruntung petani itu berhasil lolos dari amukan gajah.

 Hal ini dialami oleh Anto, Rabu (16/3) saat melihat kebun kelapa sawitnya di Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya.

"Saya dengar suara gajah, penasaran saya mendekat ke sumber suara. Saya kaget melihat gajah itu mengamuk dan mengejar saya," kata Anto.

Anto pun lari mengambil langkah seribu, sampai ia tidak sempat mengambil sepeda motornya.
"Saya lari, sepeda motor saja saya tinggal," terang petani itu.

Kepala BKSDA Wilayah Riau Sektor Siak Supartono menjelaskan, binatang bertubuh tambun itu 3 hari lalu berada di Kampung Rawa Air Putih.

"Gajah itukan bergerak, sekarang sudah sampai ke Bungaraya, kita kesulitan untuk menangkapnya, karena berada di lahan gambut," kata Supartono.

Menurut Supartono, mendatangkan dua ekor gajah jinak untuk memangil gajah tunggal itu sudah upaya maksimal. Namun melihat lahan gambut, maka gajah jinak tidak bisa dimasukkan.

"Untuk saat ini kita hanya bisa mengawasi ke mana arah pergerakan gajah itu, memantau untuk mencari solusi," kata Supartono.

Menurut Supartono, karena sekarang gajah tunggal itu berada di lahan gambut, maka dua rencana yang sudah dibuat sebelumnya tidak bisa direalisasikan.

"Benar kemaren kita sudah buat dua plan, pertama mengembalikan ke habitat. Kedua menangkap gajah itu lalu di bawa ke tempat pelatihan gajah. Rencana itu dibuat karena posisi gajah masih di Rawa Air Putih, tanahnya keras. Sekarang di lahan gambut, jadi tidak bisa," kata Supartono.

Kejadian ini menjadi pelajaran berarti bagi BKSDA, melihat seringnya gajah masuk kampung. Seperti yang terjadi di Kecamatan Sungai Mandau setahun lima kali. Kali ini masuk ke Siak dan Bungaraya, maka BKSDA akan mempelajari habitat gajah yang ada di Siak.

"Melihat kejadian ini, kita akan pelajari habitat gajah, apakah masih layak atau tidak. Kalau tidak layak, maka kita buat langkah selanjutnya. Misal menanam pakan gajah di habitatnya, membuat koridor atau daerah lintasan gajah. Sekaligus survey populasi gajah," pungkasnya.***
 

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...