Peralihan Pengelolaan ke Provinsi

Dewan Berharap SMU Lebih maju

Dewan Berharap SMU Lebih maju

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Pemindahan kewenangan pengelolaan SMU sederajat dari Pemko Pekanbaru ke Pemerintah Provinsi Riau, tahun 2017 mendatang, didukung penuh anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Diharapkan sekolah lebih maju lagi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkarnain, menilai, pengalihan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadikan pendidikan lebih bermutu, baik terhadap anak didik maupun terhadap tenaga didik. Sehingga tujuan dan cita-cita pendidikan dapat tercapai dengan baik.

"Meski ada dampak atas peralihan tersebut, namun, yang terpenting perhatian pemerintah Provinsi Riau, terhadap sekolah SMA dan SMK di 12 Kabupaten dan dapat memenuhi kebutuhan untuk mengurus sekolah sebanyak itu," ujar Zulkarnain, Kamis (3/3).

Sesuai informasi yang diterima, regulasi dari peralihan itu, akan dilaksanakan pada akhir tahun nantinya, seperti, peralihan aset sekolah baik itu perangkat, peralatan dan tenaga guru.

"Kita hanya berharap, pemindahan (guru-guru) nanti jangan ada penurunan. Harapan kita dapat meningkat. Contoh fisik, karena keterbatasan APBD kota untuk membangun infrastruktur sekolah bisa saja terbatas, namun bila ditangani lewat APBD Provinsi, hasilnya tentu lebih maksimal," ujar Zulkarnain.

Harapan selanjutnya kata Zulkarnin, Kota Pekanbaru sebagai barometer Provinsi Riau perlu nantinya, tidak menjadikan peralihan ini memunculkan rasa kesetaraan. Makanya perlu kerjasama juga antara Disdik Pekanbaru dengan Disdik Provinsi Riau.

Saat ditanya tentang keberadaan sekolah SMK Teknologi yang dibangun mengunakan Anggaran Multiyears Pekanbaru, yang nantinya juga diambil alih oleh Disdik Provinsi, Zulkarnain menjelaskan, Peralihan SMK Teknologi tersebut tidak bisa dielakkan, aturan peralihan itu lebih tinggi dan semua pihak harus mengikuti aturan tersebut.

"Walau pun Pemko merasa rugi atas pembangunan tersebut, maka harus ada jugalah kebijakan pemerintah Provinsi Riau terhadap pembangunan SMK Teknologi itu. Bagaimana aturannya nanti tentu ada kajian dan solusi tentunya," imbuh Zulkarnain. (ben)