Oknum Perwira Polisi Diduga Terlibat PETI

Senin,15 Februari 2016 | 09:11:55 WIB
Oknum Perwira Polisi Diduga Terlibat PETI
Ket Foto : Sambut kunjungan - Bupati Sukarmis menyambut kunjungan Sekjend Wantannas ke Kuansing.

TELUK KUANTAN (riaumandiri.co)-Dugaan keterlibatan oknum perwira polisi dan oknum anggota polisi bermain di tambang emas ilegal mulai terkuak. Selain dugaan keterlibatan memiliki mesin dompeng untuk Penambangan Emas Ilegal, sejumlah oknum polisi diduga minta jatah ke pelaku PETI di daerah Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.

"Kami ini mendompeng karena susah hidup dan untuk menghidupi keluarga kami, kalau mereka mendompeng dan minta jatah ingin mencari lebih," ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, kepada Haluan Riau, Minggu (14/2).

Dikatakannya, sebagai pekerja, dirinya tidak terima ada orang kampung kami yang ditangkap pihak Polres beberapa hari lalu di lokasi dompeng di daerah Kari. "Dia itu hanya pekerja dan sekarang ditangkap di Polres, kasihan dia hanya cari makan dan punya anak dan istri," ujarnya.

Sementara yang melakukan aktivitas PETI di daerah Kari ini tidak hanya masyarakat, tapi juga ada keterlibatan oknum polisi yang memiliki mesin dan alat berat. "Kami ingin kawan kami itu dibebaskan karena statusnya hanya pekerja, kalau mau tangkap ya tangkap semua termasuk oknum polisi yang ikut ada mesin dompeng dan alat berat di daerah tersebut," bebernya.

Kabar yang ia terima, untuk mengeluarkan pekerja yang ditangkap, ada oknum yang minta uang Rp10 juta baru bisa dikeluarkan dari Polres." Uang dari mana, pekerja yang ditangkap itu orang susah," keluhnya.

Kami tidak masalah kalau lahan tempat mendompeng itu ditutup, tapi jangan tebang pilih tutup semua lahan yang ada terutama yang dilakukan oknum pengusaha untuk mendompeng. "Masyarakat juga sepakat kalau pekerja yang ditangkap itu dibebaskan, karena dia hanya cari makan dan dia dari keluarga susah dan memiliki beberapa orang anak yang akan dikasih makan,"katanya.(rob)
 

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR