SAMBUT TAHUN BARU IMLEK

Warga Tionghoa Selatpanjang Mulai Berbenah

Warga Tionghoa Selatpanjang Mulai Berbenah

SELATPANJANG (HR) – Menyambut tahun baru Imlek yang jatuh pada 8 Februari 2016 mendatang, seluruh masyarakat Tionghoa Selatpanjang sudah mulai menghias rumah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Tionghoa setiap menyambut datangnya hari raya Imlek selalu disambut dengan berbagai kegiatan. Mulai dari pembersihan rumah tinggal, memasang lampu lampion dan juga dengan berbagai pernak-pernik Imlek itu.

Begitu juga lingkungan termasuk menghias Vihara sebagai tempat persembahyangan dalam melaksanakan ritual tahun baru-an. Dan tak ketinggalan juga ritual sembahyang yang akan dilakukan sesuai dengan jadual yang ditentukan sedemikian rupa.

Semua itu sebagai tradisi turun temurun dilakukan masyarakat Tionghoa. Tidak hanya  di ibukota Selatpanjang saja, melainkan ritual keagamaan itu juga akan dilaksanakan di seluruh pelosok yang dihuni oleh masyarakat Tionghoa.

Membersihkan rumah mulai dari depan hingga ke dapur diartikan dengan penuh harapan agar menghadapi perjalanan satu tahun yang baru ke depan, maka seisi rumah diharapkan akan mendapat berkat dan rejeki serta jauh dari berbagai penyakit dan cobaan.

Pokoknya bersih tersebut diartikan juga membuang rasa sial dalam menyambut datangnya keberuntungan yang baru di tahun yang baru pula.

Demikian diungkapkan Ahong warga Selatpanjang, kepada Haluan Riau menanggapi persiapan yang mereka lakukan dalam menyambut hari raya Imlek tahun ini.

Menurut Ahong, sebagaimana suku lainnya yang merayakan tahun baru, tidak jauh berbeda dengan perasaan warga Tionghoa saat menyabut tahun baru Imlek tersebut.

Hanya saja di suku Tionghoa setiap datangnya tahun baru, diwarnai oleh sosok binatang yang menjadi Shio dan acuan atau pandangan hidup menurut budaya Tiongkok.

Itupun pada intinya tetap tergantung pada kepribadian seseorang. Apakah menyakini hal itu atau hanya sekadar budaya semata.

Sebab pada dasarnya semua peruntungan kita ditentukan oleh maha kuasa, dan tetap juga atas upaya dan keuletan kita berusaha.  Hanya itu saja bedanya perayaan tahun baru China dengan tahun baru international yang ada,”kata Ahong lagi.

Sementara itu masih dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek, organisasi masyarakat Tionghoa yakni  PSMTI (Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Ketuanya, Ate alias Karjono kepada Haluan Riau mengatakan, pihaknya akan menyalurkan barang sembako kepada warga yang kurang mampu.

Kegiatan bakti sosial itu dilaksanakan dengan harapan masyarakat yang kurang mampu juga bisa turut serta merayakan hari raya Imlek itu.

Diukuinya, kegiatan menyalurkan barang sembako kepada warga kurang mampu itu, mereka lakukan setiap tahun menjelang datangnya tahun baru Imlek. Sehingga dalam suasana perayaan tahun baru juga bisa dirasakan oleh warga Tionghoa yang kurang mampu.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan hiburan karaoke baik yang digelar di kantor PSMTI ataupun bekerjasama dengan pihak Yayasan. Tujuannya untuk menyambut tahun baru sekaligus memberikan hiburan bagi para tamu yang akan datang,”sebut Ate.***