Tingkatkan Pembinaan

LPTQ Siapkan Bonus

Jumat,27 November 2015 | 21:07:14 WIB
LPTQ Siapkan Bonus
Ket Foto : Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bengkalis saat memimpin rapat bersama pengurus LPTQ Kabupaten Bengkalis.

BENGKALIS (HR)-Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran  Kabupaten Bengkalis akan terus berupaya untuk meningkatkan pembinaan terhadap qori dan qoriah Kabupaten Bengkalis, agar lebih baik lagi ke depannya.

“Peningkatakan prestasi Kabupaten Bengkalis di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Provinsi Riau di Siak yang menempati posisi keempat, menjadi sebuah tantangan bagi kita.

Untuk itu, kita bertekad meningkatkan upaya pembinaan pada putra-putri terbaik,” ujar Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bengkalis, H Arianto usai Rapat Evaluasi di ruang rapat sekretariat LPTQ jalan Soebrantas Wonosari Timur Bengkalis, Jumat (26/11).

Selain melakukan pembinaan secara berkelanjutan, LPTQ Kabupaten Bengkalis juga telah menyiapkan dana pembinaan alias bonus kepada putra-putri terbaik yang mengukir prestasi cemerlang di ajang MTQ ke-34 tingkat Provinsi.

Sesuai rencana bonus tersebut akan diserahkan pada pertengahan Desember mendatang, yang diserahkan langsung oleh Pj Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie.

Dikatakan Arianto, pemberian bonus ini sebagai bentuk penghargaan dan untuk memotivasi bagi putra-putri yang berprestasi  agar mampu mempertahankan gelar juaranya pada tahun selanjutnya. Tidak hanya itu, juga sebagai motivasi bagi peserta maupun generasi muda Islam untuk senantiasa berusaha belajar dan mendalami ilmu-ilmu Alquran.

“Niat dan harapan kita untuk terus meningkatkan pembinaan ini sesaui pesan Pj Bupati kita. Mudah-mudahan ditahun berikutnya kita mampu lebih baik lagi dari pada sekarang. Meski sekarang sudah kita nilai cukup baik.

Karena dari tahun 2014 lalu kita hanya berada di peringkat 10, namun ditahun 2015 ini kita berada di peringkat empat se-Provinsi Riau,” sebut Arianto
Ariyanto menegaskan, dalam melakukan pembinaan, pengurus LPTQ dari mulai tingkat desa hingga kecamatan lebih mengutamakan anak tempatan, tidak harus mengadopsi peserta MTQ dari luar daerah. Karena hal itu akan merugikan anak tempatan dan nama baik daerah sendiri.

“Kita akan tetap berupaya untuk mengedepankan anak tempatan untuk menjadi peserta MTQ dari mulai tingkat Desa. Hal ini harus kita budayakan. Karena anak-anak kita nantinya bukan hanya sebagai peserta namun ini lah awal mula untuk mencetak kader-kader pendakwa di kemudian hari nanti,” terang Arianto. (adv/humas)

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...