TIDAK MEMILIKI PARIT

Pembangunan Jalan Perumbi Dipertanyakan

Pembangunan Jalan  Perumbi Dipertanyakan

SELATPANJANG (HR)-Masyarakat Banglas Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebingtinggi mempertanyakan pembangunan Jalan Perumbi kiri dan Perumbi kanan belum memiliki parit permanen.

Badan jalan sudah mendapatkan pengerasan, namun tidak disertai pembangunan parit di kiri dan kanan jalan yang cukup lebar itu.  

"Sehingga dikhawatirkan badan jalan tersebut akan longsor perlahan-lahan karena belum memiliki parit permanen,”ungkap Mahyudin, warga Desa Banglas, kepada Haluan Riau di Selatpanjang Senin kemarin.

Parit jalan katanya lagi, salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan jalan. Jalan harus memiliki parit permanen. Sebab tanpa parit, jalan tidak akan bertahan lama.

Apalagi kondisi jalan tersebut saat ini hanya baru dibest c, lalu ditingalkan. Tentu saja lama-kelama-an material yang terdapat dipermukaan jalan itu akan berpindah ke tepi dan akhirnya akan jatuh ke parit yang menganga tadi. Saat ini posisi parit seakan-akan menjadi lobang memanjang saja yang dibuat persis di tepi jalan.

Mestinya begitu jalan dibest harus diikuti oleh pembangunan paritnya. Dengan demikian badan jalan juga akan aman begitu juga material di atasnya,”kata Mahyudin yang mengaku pernah berpengalaman dalam membangun jalan itu.

Menurutnya, pembangunan parit di Jalan Perumbi kiri dan kanan itu, harus segera dilakukan. Tidak menunggu dulu badan jalan longsor ke parit. Jika dibiarkan lama-lama maka body jalanpun bisa pecah atau retak. Apalagi jika jalan tersebut kerab dilalui kendaraan berat.

Kekuatan jalan saat ini bisa menjadi labil, karena tidak ada yang mengikat atau yang menahan untuk tidak berkerak. Sebab kontur tanah gambut yang walaupun sebelumnya dilapisi geotex, tapi jika di kiri dan kanan badan jalan tidak ada yang menghambat pergerakan tersebut, maka kondisi jalan itu tidak akan bertahan lama.

Tekanan atau beban jalan berasal dari atas, dan karena tidak ada penghambat atau penahan tekanan tersebut, akhirnya tekanan akan ke samping kiri dan kanan. Hal itu pasti akan terjadi terutama dipercepat oleh adanya tonase atau beban jalan yang berat.

Untuk itulah kita berpendapat demi ketahanan jalan tersebut dalam jangka panjang, maka pemerintah harus segera membangun parit jalan yang juga harus memiliki konstruksi turap.

"Lalu parit dibangun dengan beton untuk mampu menahan beban atau tekanan yang diterima oleh badan jalan tersebut,”terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti, belum berhasil dihubungi kenapa jalan tersebut tidak langsung dibangunkan parit. Beberapa kali dihubungi telepon beliau tidak aktif.***