PASCA PUTUSAN MA

Aburizal akan Rangkul Agung Laksono?

Minggu,25 Oktober 2015 | 09:58:02 WIB
Aburizal akan Rangkul Agung Laksono?
Ket Foto : Presiden Jokowi menyambut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat bersilaturahmi dan membahas isu nasional terkini di Istana Merdeka, Sabtu (24/10).

SEMARANG (HR)- Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, keputusan Mahkamah Agung yang menguatkan pengesahan kepengurusan DPP Golkar hasil Munas Bali, menjadi momentum kebangkitan untuk menjadi partai terbesar di Indonesia.

"Selain momentum kebangkitan, putusan MA juga menjadi momentum filterisasi mana kader-kader yang militan dan mana kader yang hanya sekadar penikmat untuk memenuhi syahwat kekuasaan," katanya di Semarang, Sabtu (24/10).
Hal tersebut disampaikan Idrus di sela kegiatan konsolidasi DPP Partai Golkar dengan pengurus DPD Golkar Tingkat I dan II. Dia mengaku sudah menginstruksikan seluruh ketua DPD Tingkat I Partai Golkar di agar menegakkan disiplin organisasi dengan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) partai.

"Kalau kita ingin melihat Partai Golkar maju ke depan, kita perlu menegakkan disiplin organisasi partai dan peraturan organisasi yang ada," ujarnya.
Menurut dia, apa yang terjadi di internal Partai Golkar pada satu tahun belakangan telah merusak kultur dan struktur partai berlambang Pohon Beringin itu sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih keras lagi.
Saat ditanya apakah Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie akan merangkul kubu Agung Laksono pascaputusan MA, Idrus enggan menjawab secara gamblang. "Pada dasarnya kita ini keluarga besar Golkar tapi partai ini besar karena sistem, bagian dari sistem itu ada AD-ART, peraturan organisasi, dan juklak," katanya.
Partai Golkar, kata Idrus, menjadi salah satu partai besar karena konsisten pada ideologi partai. "Kita berpartai ini untuk berjuang sesuai ideologi, bukan mencari tiket untuk menjadi gubernur, bupati, atau anggota dewan tapi rupanya pada tubuh Golkar masih banyak yang berpandangan seperti itu dan kalau itu kita pelihara maka Golkar tidak akan mungkin besar," ujarnya.

Idrus berpandangan bahwa rusaknya tatanan bernegara seperti saat ini karena terlalu banyak elit-elit politik pada hampir semua parpol, tidak hanya pada Partai Golkar, yang tidak lagi berjuang pada ideologi partai. "Partai hanya menjadi alat untuk menduduki jabatan sehingga ketika dia menjadi pejabat maka tidak ada konsep yang menjadi gagasan-gagasan dan didedikasikan kepada rakyat, ini yang bikin rusak," katanya.
Idrus mengungkapkan, untuk menjamin kebesaran Partai Golkar maka DPP sudah memecat beberapa Ketua DPD Golkar yang melakukan pembangkangan.

Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono meminta DPP konsisten memberikan reward and punishment kepada kader-kader sebagai upaya penegakan disiplin organisasi. "Kalau itu tidak ditegakkan maka kader-kader akan loyal pada dirinya sendiri dan tidak ada kata Golkar akan besar," ujarnya. (rol/rin)

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR