ATASI RUPIAH TAK MEROSOT TAJAM

'Pelaku Usaha Cantumkan Harga dalam Rupiah'

Cetak Kamis,08 Oktober 2015 | 09:30:42 WIB
'Pelaku Usaha Cantumkan Harga dalam Rupiah'
Ket Foto : Ilustrasi

PEKANBARU (HR)-Merujuk ketentuan yang diberlakukan di wilayah Republik Indonesia yang berlandaskan hukum sesuai UU No 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang berwenang menetapkan penggunaan alat pembayaran. Oleh karena itu, BI mengimbau seluruh pelaku usaha yang ada di Riau mencantumkan harga barang dalam nominal rupiah.Demikian imbauan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau Irwan Mulawarman, Rabu (7/10) di kantornya.

Dikatakannya, hal ini bertujuan agar nilai rupiah tidak jatuh dan merosot dibandingkan mata uang asing. Oleh sebab itu, bagi setiap pelaku usaha dilarang untuk menolak menerima pembayaran selain rupiah.

"Rupiah adalah alat pembayaran yang sah, makanya selagi didalam wilayah NKRI maka setiap orang ataupun pelaku usaha wajib menggunakan rupiah. Jadikanlah rupiah sebagai simbol kedaulatan negara kita yang harus dihormati dan dibanggakan," ujar Irwan.

Diakuinya, saat ini masih banyak masyarakat yang menggunakan mata uang selain rupiah. Seperti dolar, ringgit dan lainnya baik dalam transaksi tunai maupun non tunai. Padahal sesuai dengan ketentuan itu merupakan pelanggaran.
Oleh sebab itu, bagi perusahaan ataupun pelaku usaha yang masih melakukan nantinya akan diberikan sanksi.

"Memang saat ini masih dalam tahap sosialisasi, tetapi mulai 2016 nanti kita akan memberikan sanksi atau punishman. Seperti sanksi administratif berupa denda maksimal Rp1 miliar.

Namun selain itu, BI juga akan merekomendasikan kepada otoritas yang berwenang dalam hal ini adalah OJK, untuk melakukan pencabutan izin usaha atau penghentian kegiatan usaha," papar Irwan.***

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...