Diguyur Hujan Lebat, Asap Berkurang Drastis

Diguyur Hujan Lebat, Asap Berkurang Drastis

PEKANBARU (HR)-Doa masyarakat Riau yang meminta hujan lebat segera turun, mendapat jawaban dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

 Di saat kabut asap semakin pekat, Tuhan memberikan anugerahnya berupa hujan lebat, Senin (14/9) sore kemarin. Selain Kota Pekanbaru, ada tujuh daerah di Bumi Lancang Kuning yang mendapat berkah tak terhingga itu.

Dampaknya sangat menggembirakan. Kabut asap pun mulai berkurang secara signifikan.
Dari Pantauan di Kota Bertuah, kondisi udara di Pekanbaru setelah diguyur hujan, terus membaik.

 Udara yang awalnya sesak akibat kabut asap, berubah menjadi sejuk.
 Asap yang sudah menyelimuti kota sejak beberapa hari belakangan ini, juga sudah jauh berkurang.

Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, A Yani dan ruas jalan lainnya, mulai tampak terang. Kondisi ini sangat jauh berbeda sebelum hujan turun. Di mana hampir seluruh penjuru kota tampak kusam, karena udara telah bercampur dengan asap.

Namun hujan deras yang disertai angin kencang, juga menimbulkan sejumlah kerusakan. Beberapa papan reklame di sejumlah ruko di Jalan Tuanku Tambusai, tampak roboh karena tak kuat menerima terpaan angin yang berhembus kencang.

 Begitu pula pohon-pohon di sejumlah ruas jalan, juga bertumbangan. Kondisi itu tampak di Jalan Belimbing, Pinang dan sekitarnya. Pohon yang roboh, sempat membuat arus lalu lintas jadi terganggu.

 Namun saat malam menjelang, warga secara bersama-sama sudah menertibkan batang pohon yang tumbang tersebut. Begitu pula sejumlah reklame yang terlepas, sudah mulai dibersihkan para pemilik ruko.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, hujan lebat meski tidak terlalu lama itu, terjadi di Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Kampar, Kuantan Singigi, Rokan Hulu, sebagian wilayah di Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir.

"Alhamdulillah hujan turun dengan lebat," sebutnya.

Dikatakan, hujan lebat yang turun pada Senin sore kemarin adalah hujan alami dan bukan hujan buatan. "ini hujan alami. Ini berkat doa masyarakat Riau. Hampir seluruhnya itu hujan deras dan disertai angin kencang. Bahkan di Rohul ada pohon yang menimpa rumah warga," katanya.

Edward berharap, hujan yang terjadi selama hampir kurang 30 menit tersebut, bisa mengusir pekatnya kabut asap, yang di klaim adalah kiriman dari beberapa provinsi lainnya. "Mudah-mudahan besok pagi (hari ini, red) asap hilang," tukasnya.

Dikatakan Sanger, untuk rencana salat Istisqa, yang rencananya akan diadakan pada pagi ini, Selasa (15/9) tetap akan dilaksanakan.

 Namun salatnya diganti dengan salat taubat. Usai salat taubat langsung dilanjutkan dengan salat Duha.

 "Kita sudah berkoordinasi dengan MUI, hujan sudah turun jadi kita salat taubat. Dilanjutkan salat Duha, dalam doa salat Duha kita juga bisa meminta hujan tetap turun," tambah Edwar Sanger.

Ucap Syukur
Hujan lebat yang turun pada Senin sore kemarin, tak ayal disambut gembira seluruh kalangan masyarakat Riau. Ucapan syukur disertai nafas lega pun terlontar.

Rasa gembira juga tak dapat ditahan Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman. Ucapan syukur langsung terlontar ketika hujan turun dengan lebat.

 Kebetulan, ketika itu Plt Gubri sedang melakukan pertemuan bersama dengan sejumlah elemen masyarakat Riau, membahas penanganan kabut asap dan Karhutla di Bumi Lancang Kuning di Kantor Gubernur Riau.

Ikut hadir dalam pertemuan itu anggota Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), serta para penggiat lingkungan seperti Walhi, Jikalahari, Ampera Riau dan unsur lainnya.

Tidak hanya Plt Gubri, ucapan syukur juga terlontar dari para peserta pertemuan yang digelar di Ruang Melati Kantor Gubernur tersebut. Gemuruh air hujan yang turun, sebanding dengan gemuruh rasa syukur yang dilontarkan peserta pertemuan.
"Alhamdulillah, akhirnya hujan," kata peserta pertemuan.

Plt Gubri yang memang disibukkan ketika dimintai keterangan soal penanganan asap dari Karlahut pun tampak sumringah. Betapa tidak, sebelum hujan tiba, Plt Gubri bersama Danrem 031/WB Brigjen TNI Nurendi serta para petinggi di daerah ini, diminta untuk untuk menyediakan tempat untuk mengevaluasi warga agar terhindar dari serbuan asap.

Hujan lebat ini tentunya disambut dengan suka cita oleh masyarakat Riau, seperti yang disampaikan oleh salah seorang warga Pekanbaru, Rahmi.

 Hampir setiap ibadah yang dijalani selalu meminta hujan agar asap di Bumi Lancang Kuning ini segera menghilang.

"Tidak ada yang bisa menghilangkan asap ini kecuali satu, Yang Maha Kuasa. Kalau Dia berkehendak akan terjadi, ini contohnya, asap tebal yang membuat kita cemas tiba-tiba langsung hilang dengan sekejap.

 Alhamdulillah, saya berharap hujan ini bisa terus terjadi dalam beberapa hari ini," harap warga Simpang tiga, Pekanbaru ini. (nur, bbs, grc, rtc, sis)