Bendera Palestina Berkibar di Markas PBB

Bendera Palestina Berkibar di Markas PBB
NEW YORK (HR)-Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa akhirnya mengizinkan Palestina mengibarkan benderanya di markas besar badan dunia itu. Dalam voting di Sidang Majelis PBB, mayoritas negara anggota PBB mendukung Palestina.
 
Resolusi yang diajukan Palestina itu diadopsi 119 negara anggota PBB yang setuju. Sedangkan 8 negara lainnya menolak, termasuk Israel dan Amerika Serikat. Sementara itu, 45 negara memutuskan abstain, di antaranya Inggris, Jerman, Austria, Finlandia dan Belanda.
 
 
Bendera Seperti dilansir AFP, Jumat (11/9), resolusi tersebut mengizinkan bendera Palestina dan juga bendera Vatikan, yang sama-sama berstatus sebagai negara pengamat non-anggota, untuk dikibarkan bersebelahan bersama bendera-bendera negara anggota PBB lainnya.
 
Hasil itu, disambut gembira perwakilan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour. "Ini merupakan hal simbolis, tapi langkah lain untuk memperkuat pilar-pilar negara Palestina di dunia internasional," ujarnya. 
 
Menurutnya, hal itu sekaligus memberi harapan kepada rakyat Palestina, bahwa dunia internasional masih mendukung kemerdekaan negara Palestina. "Situasi semakin suram, proses politik telah mati, Gaza seolah tercekik. Resolusi bendera ini seperti secercah cahaya kecil dari sebuah lilin untuk menjaga harapan tetap hidup bagi rakyat Palestina," tambahnya. 
 
Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah yang tengah berada di Paris, Prancis menyambut baik hasil voting Sidang Majelis PBB ini. "Satu langkah maju menuju Palestina menjadi anggota penuh PBB," sebutnya.
 
PBB memiliki waktu 20 hari untuk menerapkan resolusi ini, sehingga bendera Palestina akan berkibar saat Presiden Palestina Mahmoud Abbas datang ke markas besar PBB pada 30 September mendatang. Nantinya, bendera Palestina akan berkibar di markas besar PBB di New York, dan juga markas PBB di negara lain termasuk di Jenewa, Swiss dan Wina, Austria. Pada 29 November 2012 lalu, Palestina mendapatkan status pengamat non-anggota melalui voting Sidang Majelis PBB. 
 
Indonesia Dukung Penuh Sementara itu, Sekretaris II Perwakilan Tetap RI di New York, Anindityo Adi Primasto mengatakan, Indonesia sangat konsisten dalam meperjuangkan hak-hak bangsa dan rakyat Palestina. Karena itu, Indonesia sangat mendukung PBB untuk segera mengibarkan bendera Palestina.
 
"Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dubes Desra Percaya, Indonesia konsisten dalam memperjuangkan hak-hak bangsa dan rakyat Palestina," ujarnya. 
 
Seperti bisa diduga sebelumnya, Israel tampil sebagai negara yang mengecam hasil tersebut. Tak hanya mengecam, negara zionis yang telah sekian tahun merebut kawasan Gaza itu malah menuding Palestina telah memanipulasi PBB untuk kepentingan politiknya.
 
"Secara sinis, memanipulasi PBB untuk mencapai tujuan politiknya," tuding Duta Besar Israel untuk PBB, Ron Prosor.
 
Bahkan ia mengatakan, hasil voting Sidang Majelis PBB ini tidak akan banyak membantu rakyat Palestina. "Mungkin memenuhi kepentingan pemimpin Palestina, tapi tidak akan membantu rakyat Palestina," ucapnya.
 
Sama saja, Amerika Serikat menilai pengibaran bendera Palestina ini tidak akan bisa mendamaikannya dengan Israel. 
"Pengibaran bendera Palestina di luar markas PBB bukanlah alternatif untuk perundingan (antara Palestina dan Israel), dan tidak akan membawa kedua pihak semakin dekat dengan perdamaian," tegas Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power.
 
Perundingan damai antara Israel dengan Palestina, yang dimediasi AS, terhenti sejak April 2014 lalu. Konflik berkelanjutan dengan Hamas di Gaza pada pertengahan tahun 2014 lalu semakin memperburuk hubungan antara Israel dengan Palestina. (bbs, dtc, kom, viv, ral, sis)