HADAPI MEA

Meranti Berdayakan Pangan Lokal

Meranti Berdayakan Pangan Lokal

SELATPANJANG (HR)-Sebagai Kabupaten termuda di Provinsi Riau, berbatasan langsung dengan dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura, Kepulauan Meranti telah mempersiapkan diri dalam menyongsong perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015.

Untuk itu pemerintah daerah bekerja keras dalam melakukan percepatan semua kebijakan ekonomi demi mendongkrak daya saing di tingkat regional ASEAN.

Salah satu bentuk kesiapan daerah menyongsong MEA adalah melalui pemberdayaan pangan lokal yang dianggap memegang peran penting dalam mensejahterakan masyarakat.

Hal itu dikemukakan Bupati H Irwan Nasir dalam paparannya di hadapan masyarakat Desa Banglas, saat menyerahkan bantuan pembangunan Mesjid Ar-Rahmah Selasa (13/1) kemarin.

“ Kita harus mengangkat produk khas daerah yang berkualitas dan terstandarisasi sehingga mendapatkan efek positif di era pasar bebas kawasan ASEAN tersebut. Kita juga harus memberdayakan pangan lokal seperti sagu yang selama ini menjadi makanan khas masyarakat sejak dahulu kala dan saat ini persediaannya juga cukup tersedia,"katanya.

Disebutkan, pengembangan sagu yang dilakukan pemerintah beberapa tahun terakhir dinilai cukup sukses. Seperti yang dilakukan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Meranti yang mengembangkan inovasi baru yakni beras analog yang berasal dari tepung sagu diproses menggunakan teknologi mesin ekstruder dari badan pengkajian dan penerapan teknologi BPPT pusat.

Tidak hanya beras analog melalui teknologi ini juga bisa menghasilkan jenis makanan lain seperti mie makaroni. Sehingga ke depan pengembangan teknologi ini diharapkan mampu menjadi peluang usaha untuk membangkitkan perekonomian. Dan ke depannya pemerintah daerah juga akan mengembangkan gula dari sagu yang rendah kalori.

Irwan menyebutkan, perdagangan bebas bisa menjadi tantangan atau peluang. Menjadi tantangan katanya, karena harus bersaing dengan negara-negara ASEAN. Sedangkan peluang, masyarakat bisa mempromosikan produk-produk atau hasil kreativitasnya hingga sampai ke luar negeri.

MEA atau disebut juga dengan ASEAN Economic Community (AEC), sebuah agenda penting yang tidak hanya menuntut perhatian. "Tapi sekaligus kesadaran semua pihak untuk segera menyiapkan diri terhadap gempuran kebebasan berekonomi itu,” ucapnya.(ali)