Warung Nasi Tetap Dibuka Seperti Biasa

Warung Nasi Tetap Dibuka Seperti Biasa

SELATPANJANG (HR)- Bupati Kepulauan Meranti H Irwan menyarankan warung makan kedai kopi atau restoran agar tetap dibuka lebar-lebar seperti biasa pada siang hari, meskipun dalam bulan puasa.

"Pintu warung, kedai kopi atau restoran tidak perlu ditutup sebagian pada siang hari, atau ditutupi kain selama Puasa, buka saja lebar-lebar,"katanya, kepada wartawan Kamis (18/6) kemarin.

Bupati mengatakan, warung kopi atau restoran tetap dibuka lebar-lebar bertujuan agar tidak ada lagi kucing-kucingan antara pemerintah dengan pemilik rumah makan ataupun restoran.

Selain itu, menurutnya lagi, dengan begitu orang muslim yang masuk ke kedai kopi ataupun rumah makan itu akan terlihat jelas dan tentunya akan merasa malu sendiri karena terlihat oleh orang lain.

Ibadah puasa sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam kitab suci Al Quran, menurut dia hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman yang tidak akan tergoda dengan terbuka lebarnya pintu-pintu warung makan.

"Kedai kopi yang pintunya dibuka sebagian atau ditutup tirai hanya akan memberi ruang bagi mereka. Di rumah mereka mengaku berpuasa, tapi di luar duduk-duduk sambil minum kopi di warung.  Tidak perlu kucing kucingan dengan mereka yang tidak berpuasa, lagipun kalau di tutup sama saja kita menutup rezeki orang lain untuk berjualan,"ungkap bupati
Bagi umat Islam yang tidak berpuasa, kata dia lagi, silakan makan di warung atau rumah makan atau minum kopi di kedai kopi karena ibadah puasa tidak ada berkaitan dengan orang lain, tetapi  dengan niat karena Allah SWT.

Hal senada juga diungkapkan Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Meranti H.Nizam Munadi, dia mengatakan bahwa warung makan, atau kedai kopi tidak perlu menutup pintunya sebagian pada siang hari selama bulan Ramadhan. Dan menghimbau kepada kaum non muslim yang tidak berpuasa tetap menghormati ibadah umat muslim
"Jangan sungkan untuk tetap berjualan. Tidak perlu pula ditutup sebagian. Buka saja, biar malu mereka yang tidak berpuasa,kan kelihatan siapa-siapa saja yang nongkrong di kedai kopi jika pintunya dibuka lebar-lebar," katanya.

Ia mengajak umat Islam menunaikan ibadah puasa bukan karena malu pada atasan, takut pada orang lain atau ada penyebab lain, tetapi diniatkan dalam hati untuk berpuasa karena allah SWT.
"Kalau setiap kita berpuasa karena Allah, saya yakin warung-warung kopi menjadi sepi, kecuali bagi mereka yang memang tidak diwajibkan berpuasa, termasuk juga non-muslim, "katanya.(ran)