2 Rumah Hancur, 2 Rusak Berat, 1 Jembatan Putus

Banjir Bandang Landa Limapuluh Kota

Banjir Bandang Landa Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA (HR)-Bencana banjir bandang menghantam Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (24/5) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam kejadian itu, dua rumah hancur, dua lagi rusak berat dan 1 jembatan putus.

Banjir bandang melanda dua kecamatan yakni Kecamatan Akabiluru dan Harau. Dampak palingparah terjadi di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Hujan deras di perbukitan Taeh sejak Minggu sore, membuat terjadinya longsor di sepanjang jalan alternatif Sumbar-Riau, tepatnya  di Jorong Buluh Kasok.

Hingga Senin (25/5) sore kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, masih mendata kerugian yang muncul akibat musibah itu. Namun yang pasti, tidak ada korban jiwa meski dikabarkan satu keluarga dengan 7 orang penghuni terdiri dari 5 anak dan seorang ayah dan ibu, sempat hanyut akibat air bah.

Atas musibah tersebut 17 Jiwa  dengan 5 KK yang menjadi korban harus diungsikan ke rumah familinya, karena 2 rumah mereka hancur diterjang tanah longsor disertai lumpur serta 2 rumah rusak berat.  Selain itu, jalan alternatif Sumbar-Riau yang tembus ke Kabupaten Kampar Kiri, putus total akibat 1 jembatan putus dan 1 tertimbun longsor. Begitu pula sebanyak 80 Kepala Kelurga (KK) warga di Dusun Pantai Rajo di perbatasan Sumbar-Riau, terisolasi total dan tidak bisa ke mana-mana.


Menurut Enek (48), warga setempat, tanah longsor dari Bukit Taeh terjadi ketika masyarakat baru akan tidur. Longsor diawali bunyi gemuruh dahsyat dari arah bukit. Takut tertimpa longsor, masyarakat pun berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

Beruntung dalam kejadian longsor itu, aliran listrik sedang terputus, tidak menimbulkan korban jiwa. "Korban jiwa tidak ada, masyarakat cepat menyelamatkan diri," jelas Enek, yang rumahnya hancur diterjang longsoran Bukit Taeh.

Tidak hanya itu, Enek sangat bersyukur di mana anaknya Adek, yang sekolah di SMKN Guguak ketika longsor sempat digulung air besar dan hilang selama lebih kurang satu jam. Saat air mulai surut, Adek ditemukan dalam kondisi selamat tidak jauh dari rumahnya.

"Alhamdulillah tidak apa-apa, hanya lebam dan luka lecet di badannya. Setelah diobati petugas medis yang datang ke sini pagi tadi," jelasnya bersyukur.

Tidak hanya kelurga Enek, duka juga menyelimuti kelurga Yoki, di mana rumah permanen miliknya hancur total. Sementara rumah Medi (50) dan Idrus Dt. Bijo (48) rusak parah dan memaksa keluarga mereka diungsikan sementara.

Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison, mengakui longsor terjadi di sepanjang jalan alternatif Sumbar-Riau sepanjang lebih kurang 20 titik longsor. "Sepanjang 20 titik longsor terjadi di sekitar dua kilometer jalan alternatif itu.  Akibatnya satu jembatan beton putus dan satu tertimbun. Sehingga masyarakat yang berada di Jorong Bukik Naneh tidak bisa lewat," jelas Edison.

Menurutnya material tebing yang akan mengancam terjadinya longsor susulan cukup  banyak. "Sebahagian dari 243 KK di Jorong Buluh Kasok terisolasi, yang sebahagian berada di Pantai Rajo sekitar 80 KK terisolasi total tidak bisa ke mana-mana," sebut Kepala Jorong.
Material longsor sebahagian besar didominasi oleh bongkahan kayu-kayu besar, batu dan tanah bercampur kerikil. "Kayu-kayu banyak sekali, kemudian batu dan kerikil," sebutnya.

Alat Berat Belum Datang
Masyarakat setempat bertambah kesal. Sebab hingga siang Senin kemarin, belum ada satupun alat berat yang datang ke lokasi. Menyikapi hal itu, Kepala BPBD Limapuluh Kota Nasrianto, menyebutkan,  BPBD masih terkendala dalam persoalan evakuasi terhadap meterial longsor yang menimbun badan jalan. Mengingat sampai pukul 14.00 WIB alat berat belum juga datang ke lokasi.


"Kita terkendala alat berat. Memang kita sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU, mudah-mudahan alat berat cepat datang ke lokasi, sehingga kita bisa melakukan evakuasi terhadap material longsor yang didominasi oleh unggukan tanah bercampur kayu dan batu itu," jelas mantan Kepala Dinas Sosial itu.

Menurutnya, pihak BPBD akan berupaya dalam satu minggu untuk membuka akses jalan itu kembali. Sehingga masyarakat yang berada di Dusun Bukik Naneh bisa menggunakan akses jalan alternatif Sumbar-Riau itu kembali.

"Saat ini 80 KK masyarakat di Dusun Bukik Naneh terisolasi. Kita membutuhkan alat berat agar cepat dilakukan perbaikan terhadap jalan yang tertimbun longsoran. Kita tahu bahwa sepanjang 2 km jalan itu ada 20 titik longsor. Masih banyak potensi titik-titik longsor lainnya," jelasnya.
Nasrianto, menyebut bahwa BPBD sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terhadap kemungkinan 17 jiwa yang rumahnya rusak berat dan hancur. "Jadi kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, apakah nanti akan dibuatkan tenda pengungsian atau mereka tinggal di rumah famili seperti sekarang. Kemudian kita juga nanti akan berkoordinasi apakah akan ada dibuat dapur umum atau tidak," janjinya.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus didampingi sejumlah stafnya, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Tri Wahyudi, Kasat Lantas, AKP Rico Saputra dan Kepala SKPD terkait, datang melakukan peninjauan ke lokasi, Senin (25/5). Mereka merasa terharu atas musibah yang dialami warga Jorong Buluh Kasok.

Atas nama pemerintah, saya berharap warga yang tertimpa musibah bencana alam galodo ini sabar menghadapi cobaan ini,” ujar Wabup Asyirwan Yunus, sekaligus meminta kepada BPBD Limapuluh Kota, supaya sesegeranya melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terkena bencana. (h/nto/ddg/zkf)