Darmizar Sampaikan Tiga Hal di Hadapan Bupati Saat Safari Ramadan Pemkab Kuansing

Cetak Sabtu,09 Juni 2018 | 15:36:42 WIB
Darmizar Sampaikan Tiga Hal di Hadapan Bupati Saat Safari Ramadan Pemkab Kuansing
Ket Foto : Bupati Kuansing Mursini dan Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an Rayon 3 tingkat Kenegerian Kopah.

RIAUMANDIRI.CO, KUANSING - Tokoh Masyarakat Kenegerian Kopah, Kuantan Singingi Darmizar menyampaikan, ucapan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kuansing atas kunjungan Tim Safari Ramadhan Pemkab Kuansing di Masjid Raya Kenegerian Kopah, Kuansing.

Pada acara yang sekaligus pelaksanaan MTQ rayon ke 3 tingkat Kenegerian Kopah itu, Darmizar yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Kuansing ini menyampaikan beberapa hal. Pertama, masalah tapal batas Kuantan Tengah dengan Kecamatan Benai, agar segera diselesaikan secepatnya agar tidak menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

Kedua, masalah izin lokasi PT Duta Palma Nusantara perlu ditinjau ulang karena sampai saat ini perusahaan tersebut sudah memiliki izin perpanjangan hak guna usaha (HGU). Dia mengatakan, secara hukum, perpanjangan itu baru bisa dilakukan pada tahun 2018.

Ketiga, puskesmas yang ada di Kenegerian Kopah hanya diisi oleh tenaga honor sukarela dan 3 orang PNS. 

"Kepada pemerintah mohon diperhatikan dengan menempatkan pegawai baru yang berstatus PNS," ujarnya.

Sementara itu, Camat Kuantan Tengah HM Refendi Zukman juga menyanpaikan  aspirasi masyarakat Kopah yakni pengaspalan Jalan Munsalo-Titian Modang 1,5 KM yang sudah rusak parah.

"Kemudian aspal jalan kabupaten dari Desa Jaya menuju Desa Munsalo agar segera diperbaiki sebelum menelan korban jiwa," kata Refendi Zukman.

Acara ditutup tausiah oleh Ustaz Djisman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuansing. Menurut Djisman setiap manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan bantuan orang lain.

Dia berkata, ibadah seorang Muslim tidaklah lengkap tanpa keseimbangan antara pelaksanaan habluminallah dan habluminannas, yakni hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia.

"Ada seorang beribadah sepanjang hari dan sepanjang malam tapi dia tidak menjaga lidahnya untuk memfitnah orang, berarti amalannya sia-sia. Hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesama manusia haruslah seimbang," tegas Djisman.

"Apa guna kita beriman, apa guna beramal saleh, apa guna tahajud dan salat malam, apa guna kita setiap bulan mampu khatam Alquran, hablumminallah lancar, hablumminannas tidak beres. Walluhualam," tutup Djisman.


Reporter: Suandri
Editor: Rico Mardianto

 

Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...