Dua Anak Kembar di Inhil Tewas Disambar Petir

Cetak Minggu,15 April 2018 | 16:48:57 WIB
Dua Anak Kembar di Inhil Tewas Disambar Petir
Ket Foto : Ilustrasi
RIAUMANDIRI.CO, TEMBILAHAN - Nasib tragis menimpa Saputra M Ade dan Saputra M Abeng. Kembar yang berusia 18 tahun itu, ditemukan sudah tergeletak dan meninggal dunia di sebuah pondok di areal PT Batu Bara Ampar Prima (PT BBAP) Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (14/4/2018) sekira pukul 14.30 WIB.
 
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, melalui Kapolsek Kemuning, Kompol Lilik Surianto membenarkan kejadian tersebut.
 
Berdasarkan keterangan saksi Silalahi (40) dan Parlindungan (25), keduanya warga Desa Sungai Akar Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu, siang itu mereka sedang melintas di TKP tersebut. 
 
Saat itu hujan turun dengan lebatnya. Ketika hendak berteduh di sebuah pondok, mereka melihat pemandangan aneh. Tampak 2 sosok tubuh, yang berada di dalam pondok tersebut, dengan posisi tidak wajar.
 
Silalahi dan Parlindungan lalu memanggil warga sekitar, untuk memastikan keadaan 2 orang laki-laki tersebut. Saat didekati, diketahui kedua orang tersebut sudah meninggal dunia, dengan posisi korban Saputra M Ade dalam keadaan tersangkut di dinding dan  Saputra. M. Abeng dalam posisi telentang di lantai. 
 
Jasad warga Dusun Sidomulyo Desa Batu Ampar itu, lantas dievakuasi ke Puskesmas Kelurahan Selensen. 
 
Dari hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh keduanya. Diduga kedua korban yang masih pelajar itu, meninggal dunia akibat tersambar petir.
 
"Saat ini, jenazah saudara kembar tersebut sudah diserahkan kepada pihak keluarga, untuk dikebumikan", tutup mantan Kasat Sabhara Polresta Pekanbaru itu.
 
 
Reporter: Ramli Agus
Editor: Rico Mardianto
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Selasa,24 April 2018 - 22:57:30 WIB

Lanud Kerahkan 172 Personel Simulasi Force Down

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru menggelar simulasi penurunan paksa pesawat asing yang secara ilegal melintasi wilayah udara Indonesia atau force down. Kegiatan yang merupakan bagian dari latihan rutin tempur tahunan Bidogesit 2018 ini melibatkan 172 personel dan seluruh unsur militer yang ada di Lanud Rsn Pekanbaru.