Seorang Siswi Hamil di Meranti Batal Ikut UNBK, Tapi Kekasihnya Tetap Ikut Ujian

Cetak Kamis,12 April 2018 | 12:10:41 WIB
Seorang Siswi Hamil di Meranti Batal Ikut UNBK, Tapi Kekasihnya Tetap Ikut Ujian
Ket Foto : Ilustrasi siswa mengikuti UNBK.
RIAUMANDIRI.CO, MERANTI - Satu siswi SMA di Kabupaten Kepualauan Meranti, Riau, tidak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Siswi itu batal ikut ujian karena sedang hamil besar, tapi pasangannya sesama pelajar tetap mengikuti ujian.
 
"Iya benar. Ada satu siswi di Kabupaten Meranti yang tidak kita izinkan untuk ikut ujian nasional. Kondisinya 'kecelakaan' duluan. Perutnya sudah besar," kata pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Nasional Provinsi Riau, Indra Agus, Kamis (12/4/2018).
 
Pasangan siswi yang hamil ini juga diketahui masih berstatus siswa dan sama-sama akan mengikuti UNBK. Mereka sama-sama berasal dari sekolah yang sama di Kabupaten Meranti.
 
"Atas pertimbangan kemanusiaan, untuk cowoknya kita masih berikan izin untuk mengikuti ujian nasional. Ya ini semata-mata benar-benar pertimbangan kemanusiaan," kata Indra.
 
Walau cowoknya diberi kesempatan ujian nasional, kata Indra, siswi yang hamil tadi diberi solusi untuk ikut dalam ujian paket C.
 
"Kalau untuk siswi yang hamil itu, memang tidak kita izinkan. Solusi yang kita tawarkan adalah nantinya bisa mengikuti ujian paket C," kata Indra.
 
Pihaknya menyayangkan kondisi salah satu anak didiknya yang hamil dengan status masih pelajar. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Riau dengan tegas tidak mengizinkan siswi yang hamil mengikuti ujian nasional.
 
"Ini pelajaran untuk semuanya agar jangan ada lagi yang berbuat demikian. Kita menyayangkan sekali kondisi itu. Tapi ya mau bagaimana lagi," kata Indra. 
 
 
 
Sumber: detik.com
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...

Selasa,24 April 2018 - 22:57:30 WIB

Lanud Kerahkan 172 Personel Simulasi Force Down

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru menggelar simulasi penurunan paksa pesawat asing yang secara ilegal melintasi wilayah udara Indonesia atau force down. Kegiatan yang merupakan bagian dari latihan rutin tempur tahunan Bidogesit 2018 ini melibatkan 172 personel dan seluruh unsur militer yang ada di Lanud Rsn Pekanbaru.