Pemprov Riau Terima SK Pemberhentian Bupati Rohul

Sah! Suparman Resmi Diberhentikan dari Jabatan Bupati

Cetak Selasa,09 Januari 2018 | 17:53:26 WIB
Sah! Suparman Resmi Diberhentikan dari Jabatan Bupati
Ket Foto : Suparman (dok. RMC)
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Setelah menunggu selama lebih dari dua bulan, akhirnya Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengeluarkan SK pemberhentian Suparman sebagai Bupati Rokan Hulu, Senin (8/1). SK tersebut diketahui juga sudah diterima oleh Pemerintah Provinsi Riau, melalui Biro Tata Pemerintahan dan administrasi, Sudarman.
 
Sudarman mengatakan, SK pemberhentian dari Mendagri tersebut selanjutnya diserahkan ke Pemerintah kabupaten Rohul, untuk segera diproses bersama DPRD Kabupaten tersebut.
 
"Sudah kita terima, ini kita proses. Diberi waktu kepada Pemkab Rohul selama 10 hari memprosesnya, dan kembali mengajukan bupati defenitif, dalam hal ini mengangkat wakil bupatinya," ujar Sudarman kepada Riaumandiri.co, Selasa (9/1).
 
Dengan telah terbitnya SK pemberhentian tersebut, kata Sudarman, maka status Bupati non aktif Suparman sebagai orang nomor satu di Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau tersebut resmi dicabut. Selanjutnya Sukiman sebagai wakil Bupati akan naik sebagai Bupati Rohul.
 
"Untuk Bupati definitif kita tunggu usulan dari DPRD Rohul, baru kita ajukan kembali ke Mendagri untuk menerima SK penetapan Sukiman sebagai Bupati Rohul," jelasnya.
 
Untuk jadwal pelantikan Bupati Rohul, nantinya akan dilaksanakan langsung oleh Gubernur Riau, atas nama Menteri dalam Negeri. Pelantikan dilaksanakan di Rohul ataupun di Pekanbaru.
 
"Biasanya Gubernur yang melantik, tapi menunggu SK dari Mendagri," tutupnya.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bupati non aktif Suparman, sebelumnya telah dibebaskan dari jeratan hukum atas kasus dugaan korupsi APBD Riau 2015. Suparman sempat menghirup udara segar dan kembali menjadi Bupati Rohul, namun pihak KPK mengajukan kasasi, dan dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA).
 
Putusan kasasi dibacakan pada 8 November 2017 lalu. Perkara yang melibatkan Suparman adalah pengembangan dalam sejumlah kasus lainnya. Sejak 2015, KPK telah memproses hukum tersangka dan terdakwa lain yang kini telah berkekuatan hukum tetap. 
 
Dalam beberapa putusan sebelumnya, majelis hakim yakin ada perbuatan bersama-sama yang salah satunya melibatkan Suparman. Saat diadili, Suparman dinyatakan tidak terbukti menerima uang atau hadiah dari tersangka lain, yakni mantan Gubernur Riau, Annas Maamun. 
 
Kemudian Suparman dibebaskan dari penjara setelah lebih dahulu menjalani tahanan selama lebih kurang empat bulan penjara. Hingga akhirnya saat ini kasusnya sebagai tertahan kembali dikeluarkan oleh Mahkamah Agung, setelah kasasi dari Jaksa KPK diterima.
 
Reporter: Nurmadi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
Loading...
TULIS KOMENTAR
Loading...