Selain Buka Lahan Tanpa Bakar

Perusahaan di Pelalawan Sosialisasikan Kelola Lahan dengan Pola Organik

Jumat,08 September 2017 | 14:30:57 WIB
Perusahaan di Pelalawan Sosialisasikan Kelola Lahan dengan Pola Organik
Ket Foto : Jajaran manajemen PT Musim Mas bersama Mahasiswa UR serta Masyarakat usai menggelar pelatihan cara membuat kompos (Foto: RMC/Pendi)
Pangkalan Kuras, RIAUMANDIRI.co - Banyak cara untuk menyelamatkan lingkungan agar terbebas dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) khususnya bagi perusahaan dan masyarakat sekitarnya mau kompak dan sadar bahaya akibat terjadinya karlhut.
 
Seperti halnya yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan yang ada di Pelalawan, di antaranya, PT RAPP, Asian Agri dan PT Musim Mas yang memberi reward bagi masyarakat desa sekitar perusahaan yang berhasil menjaga daerahnya dari kebakaran lahan dan hutan.
 
Desa yang nihil Karlahut diberi hadiah uang ratusan juta, sementara  yang mengalami kebakaran dibawah satu hektare selama setahun diberi puluhan juta. Dengan cara ini ternyata cukup berhasil menekan terjadinya kebakaran sekaligus juga mampu menyadarkan masyarakat supaya lebih peduli dalam menjaga lingkungannya.
 
PT Musim Mas contohnya, sebuah Perusahaan Perkebunan kelapa sawit dan juga pengolahan Pabrik kelapa sawit, saat ini mereka mencoba melibatkan masyarakat desa selain menjaga desanya terbebas dari api juga dibantu Perusahaan agar dapat membuka lahan tanpa bakar dengan cara perusahaan siap memberikan pinjaman alat berat kepada masyarakat desa lewat kelompok tani setiap membuka lahan baru.
 
Tak hanya itu saja, 6 dan 7 September lalu, PT Musim Mas kembali memberikan pengetahuan tentang mengelolah lahan tanpa harus menggunakan pupuk kimia. Di sini PT Musim Mas menggandeng sebuah perguruan tinggi dari Fakultas Pertanian Universitas Riau, memberikan pengetahuan cara memanfaatkan bekas tumbuhan yang dibersihkan untuk d olah menjadi kompos.
 
Selain itu, masyarakat diberikan pengetahuan bagaimana cara membuat bakteri pendaur ulang sampah sampai proses pembuatannya hingga menjadi Kompos.
 
"Kita akan terus berupaya selain meningkatkan kesadaran warga agar tidak membakar lahan juga kita memberikan fasilitas kepada masyarakat kelompok tani yang ada agar dapat mengelolah lahan mereka tanpa menggunakan zat kimia sebagai pupuknya. Makanya kita akan coba menerapkan dengan pola modern seperti yang disampaikan oleh Kawan-kawan dari UR ini yang kita nilai cukup efektif dan efesien dari sisi materi dan pastinya hasil yang memuaskan, sebab semua tanaman yang dibudidayakan secara organik," ujar General Manager (GM) PT Musim Mas, Jerry Liu didampingi Humas, Veron S, Kamis (7/9/2012) kemarin.
 
Jerry mengaku bangga apa bila program yang diluncurkan PT Musim Mas ini bisa terwujud, sebab program pemanfaatan limbah organik menjadi kompos baru direalisasikan di tiga desa yang menjadi proyek percontohan dalam program ini, di antaranya, Desa Tanjung Beringin, Desa Talau dan Desa Betung. Tahap awal masing-masing desa untuk melakukan buka lahan tanpa bakar seluas 5 hektare.
 
"Jadi kita baru mencoba untuk 3 desa sekitar perusahaan, kita akan lihat hasilnya nanti, apakah lahan yang kita berikan seluas 5 hektare untuk masing-masing desa bisa berhasil, sebab disini kita selain memberikan contoh juga akan melakukan pendampingan sampai berhasil. Nah sekarang tinggal masyarakatnya aja mau apa enggak, jadi kita sangat berharap ini bisa berhasil sesuai harapan nantinya," kata Jerri.
 
Pada kesempatan sama, Fifi Puspita dari Universitas Riau menjelaskan bahwa program buka lahan tanpa bakar limbahnya dapat digunakan untuk pupuk.
 
"Masyarakat bisa membuka lahan tanpa bakar dan hasil olahan berupa kompos bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Tentu ini akan menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat, selain murah biaya produksi juga dipastikan hasil panen tanamannya pasti berkualitas sebab pola yang dipakai dengan cara Organik." ungkap Fifi menjelaskan. 
 
Penulis: Pendi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR