Dampak Rasionalisasi Berkepanjangan

Pemkab Pelalawan Gandeng Perusahaan Bersama Bangun Daerah

Jumat,08 September 2017 | 03:10:10 WIB
Pangkalan Kerinci, RIAUMANDIRI.co - Melihat kondisi keuangan daerah yang dirasakan oleh seluruh pemerintah kabupaten kota se Indonesia saat ini begitu miris dampak dari sejumlah kebijakan dari pemerintah pusat yang mau tidak mau mengharuskan melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk juga yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Pelalawan yang melakukan rasionalisasi sehingga berdampak pada upaya percepatan pembangunan di daerah menjadi terlambat karena keterbatasan anggaran.
 
Dengan dilakukannya rasionalisasi anggaran yang mengharuskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Pelalawan terpaksa dipangkas maka hal ini membuat sejumlah kegiatan yang sebelumnya sudah di buat perencanaanya dan bahkan sudah dianggarkan, terpaksa dibatalkan.
 
Melihat kondisi ini, ternyata Bupati Pelalawan HM Harris mencoba untuk mencarikan solusinya agar pembangunan tetap berjalan, karena dia tidak mau dampak rasionalisasi ini serta merta membuat pembangunan jadi terhenti, maka dari itu beliau mencoba untuk menggandeng  perusahaan swasta untuk ikut berparti sipasi membangun daerah lewat program Corporate Social Responbility (CSR) masing-masing perusahaan.
 
"Setidaknya kita punya solusi menyikapi kondisi keuangan. Kata bupati maindset harus berobah, Banyak cara yang dapat kita lakukan. Banyak potensi yang bisa kita berdayakan. Jadi disini kita bicara bukan semata-mata karena ada uang banyak baru membangun, kita tidak demikian," ungkap Ir M Syahrul Syarif, Kepala Bappeda Pelalawan, optimis program yang diluncurkan ini akan berhasil dan disambut baik perusahaan.
 
Syahrul menjelaskan, agar seluruh program CSR Perusahaan di Pelalawan semua bisa terakomodir dan terealisasi. Sebab itu, saat Bappeda menggelar rapat pembahasan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Murenbangda) pihak pemerintah daerah selalu mengundang seluruh perusahaan yang beroperasi di Pelalawan untuk mendengarkan rencana kegiatan masing-masing Perusahaan setiap tahunnya lewat program CSR mereka. Menurut Syahrul, hal ini dianggap penting agar kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan bisa disinkronkan dengan program pemerintah daerah sehingga tepat sasaran.
 
“Menurut saya ini sangat penting sekali, sebab disaat kita sedang mengalami rasionalisasi anggaran seperti ini, setidaknya kita bisa menggandeng perusahaan dan memastikan mereka bisa merealisasikan kegiatan mereka nantinya, dan juga kita bisa mensinkronkan kegiatan perusahaan dengan kegiatan Pemkab Pelalawan nantinya. Sebab untuk kegiatan CSR perusahaan biasanya meliputi seluruhnya, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan fisik dan bantuan sosial ke masyarakat sekitar perusahaan,” terangnya.
 
Seperti baru-baru ini, Pemkab Pelalawan bersama Perusahaan membuat sebuah program baru yang disebut dengan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Program ini menurutnya saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. 
 
"Ya kita sebut program ini dengan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL)," jelasnya.
 
Melalui program ini, sambung Syahrul, Pemkab Pelalawan menawarkan peluang kerjasama pembangunan melalui pogram CSR Perusahaan untuk meminta perusahaan membangun sebuah taman kota di median jalan sepanjang jalan KM 55 di simpang Kualo sepanjang 8,3 Km yang akan dibagi menjadi 16 segmen atau 80 Sub Segmen (paket).
 
"Jadi program ini juga dalam rangka mencapai Tujuan Program Strategis PELALAWAN SEHAT dengan sasaran diperolehnya Adipura bagi Kota Pangkalan Kerinci untuk kategori kota sedang di tahun 2017/2018," ujarnya.
 
Ditambahkan, perusahaan dapat memilih paket sub segmen yang ditawarkan dan dapat memilih lebih dari satu paket. "Perusahaan mengerjakan sendiri pembangunan taman sesuai spesifikasi gambar rencana yang selah ditentukan, kemudian didampingi dan difasilitasi Perangkat Daerah. Di segmen ini nanti, perusahaan berhak menampilkan identitas/logo perusahaan," ujarnya, sementara pemeliharaan juga di dilakukan perusahaan, maksimal satu tahun dan diserahkan kepada pemerintah daerah.
 
Lantas apa tanggapan manajemen masing-masing Perusahaan terkait program Pemkab Pelalawan? Orang kepercayaan Bupati Pelalawan HM Harris ini menuturkan, sejauh ini apa yang disampaikan pemerintah disambut baik masing-masing perusahaan. "Kita memang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan perusahaan, baik melalui surat atau pertemuan, hasilnya cukup baik. Mereka respek atas program kita,” jelasnya.
 
Ketika disinggung soal apa keuntungan bagi perusahaan terkait program yang ditawarkan oleh pemerintah tersebut, Syahrul kembali menerangkan bahwa keuntungan yang ditawarkan kepada mereka, yakni seluruh perusahaan ikut berpartisipasi dalam program tersebut, mereka berhak atas lahan tersebut untuk membuat iklan perusahaan mereka tanpa ada dipungut pajak reklame.
 
“Jadi bagi perusahaan yang ikut program kita, mereka berhak atas lahan tersebut untuk mempromosikan perusahaan mereka di atas taman tersebut, sebab selain dibuat taman, kita juga sudah sediakan sebuah billboard untuk pemasangan iklan mereka di situ. Jadinya selain akan membuat tertib juga membuat indah taman kota nantinya," ungkap Syahrul.(advertorial)
 
Penulis: Pendi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR