Agar Berhasil Seperti Siak, Masyarakat Duri Minta Otonomi Daerah

Minggu,14 Mei 2017 | 23:03:06 WIB
Agar Berhasil Seperti Siak, Masyarakat Duri Minta Otonomi Daerah
Ket Foto : Syamsuar bersilaturahmi dengan masyarakat Mandau Pinggir, Duri (Foto: RMC/Effendi)
DURI (RIAUMANDIRI.co) - Syamsuar bersilaturahmi dengan masyarakat Mandau Pinggir yang dipusatkan di Hotel Susuka, Duri, Sabtu (13/5/2017) kemarin. Pada kesempatan tersebut Tokoh Masyarakat Mandau,  H Majunir, minta kepada Bupati Siak tersebut jika terpilih nanti menjadi Gubernur Riau agar Duri diberi otonomi.
 
"Kalau tidak bisa menjadi Kabupaten, jadi daerah Kota Madya tak apalah, agar kami bisa membangun Duri ini lebih baik lagi dari sekarang ini. Kalau Kabupaten Siak sukses menjadi otonomi sendiri dari pemekaran Kabupaten Bengkalis, kami ingin juga seperti Kabupaten Siak," mintanya Mujanir dalam pertemuan itu.
 
Sedangan perwakilan Guru non PNS, Azhar, berharap kepada Syamsuar jika terpilih jadi Gubernur Riau 2018 mendatang bisa juga memperhatikan kesejahteraan para guru non PNS.
 
Azhar mengaku, bahwa saat ini sekolah SMK dan SMA sudah menjadi kewenangan Provinsi, jadi para guru non PNS ini khawatir terkait status maupun honor mereka.
 
Sedangkan Boy, warga Duri, berharap kepada Syamsuar jika terpilih jadi Gubri agar bisa membuat aturan agar perusahaan yang ada di Kota Duri mengutamakan putra daerah untuk dipekerjakan. Menurutnya, selama ini perusahaan migas yang ada di Duri hanya beberpa persen saja menerima putra daerah sebagai pekerja.
 
"Kami minta geransi, kami di sekolahkan oleh pemerintah izinkan kami berkerja di daerah kami untuk mengabdi ke tanah kelahiran kami bukan dioper ke luar daerah," tukasnya.
 
Sementara itu Supryadi, masyarakat Duri lainnya, minta syamsuar jika terpilih jadi Gubri agar bisa mengaspal jalan harapan yang ada di Kota Duri. Menurutnya, jalan tersebut sejak Gubernur Riau Iskandar hingga kini, jika hujan penuh lumpur dan ketika panas penuh dengan debu.
 
Menjawab keluhan sejumlah masyarakat itu, Syamsuar mengatakan bahwa otonomi daerah jika undang- undang membolehkan bisa saja dilakukan. "Asalkan bupatinya nanti, mau mengizinkan pemekaran. Kalau gubernur boleh- boleh saja, jika itu bisa membuat masyarakat menjadi sejahtera nantinya," ujar Syamsuar.
 
Terkait dengan Bengkalis, kata Syamsuar, saat ini pulau rupat bagaikan intan permata yang belum terbuka, jika terbuka, pulau rupat itulah akan menjadi visa bagi Kabupaten Bengkalis nantinya. "Jika diharap minyak bumi, berapa tahun lagi saya rasa minyak sudah habis," ujarnya.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 15 Mei 2017
 
Reporter: Effendi
Editor: Nandra F Piliang
Akses Riaumandiri.co Via Mobile m.riaumandiri.co
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR